Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Polisi Tunggu Arahan Pimpinan, Setelah Amankan Terduga Pelaku Kasus Penganiayaan

Hera Marylia Damayanti • Senin, 16 Februari 2026 | 09:35 WIB
Ilustrasi penganiayaan (jawapos.com)
Ilustrasi penganiayaan (jawapos.com)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Perburuan terhadap terduga pelaku penganiayaan di Pamekasan akhirnya membuahkan hasil.

Polisi memastikan pria berinisial AG telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Kabar tersebut dikemukakan Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Yoyok Hardianto.

Meski membenarkan adanya penangkapan, tapi dia belum bersedia memerinci lebih jauh terkait penangkapan terduga pelaku tersebut.

”Intinya sudah kami proses dan tangani (terduga pelaku, Red). Selebihnya rilis kita masih mau minta petunjuk pimpinan,” terang perwira pertama (Pama) Polri dengan pangkat tiga balok emas di pundaknya itu.

Menurut Yoyok, institusinya akan menyampaikan keterangan resmi setelah mendapat arahan lebih lanjut dari pimpinan.

Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap yang bersangkutan.

Perkara ini bermula dari laporan orang hilang yang dibuat keluarga korban pada Minggu (1/2) sekitar pukul 19.00.

Kakak kandung korban melapor karena Aries Farida, 34, tidak kunjung pulang dan sulit dihubungi.

Namun, laporan tersebut kemudian mengarah pada dugaan tindak pidana penganiayaan.

Saat memberikan keterangan kepada polisi, Aries mengaku mengalami kekerasan fisik pada Minggu (1/2) sekitar pukul 14.45 di Perum Nyalaran.

Korban menyebut AG datang ke rumahnya sebelum terjadi cekcok.

Pria yang disebut memiliki kedekatan personal dengan korban itu diduga memukul menggunakan botol minuman keras (miras).

Korban dan terduga pelaku telah saling mengenal cukup lama dan menjalin hubungan dekat.

Namun, hubungan itu disebut kerap diwarnai perselisihan sebelum akhirnya berujung pada dugaan kekerasan.

Usai kejadian, korban sempat mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya dijemput keluarga.

Mereka sepakat untuk melapor secara resmi dugaan penganiayaan itu ke Polres Pamekasan pada Senin (2/2).

Sementara itu, Aries mengaku masih diliputi trauma meski mendengar kabar penangkapan terduga pelaku.

Perempuan berambut panjang itu berharap proses hukum berjalan tuntas dan transparan.

”Saya masih trauma sampai sekarang. Saya hanya ingin keadilan. Yang mau keluar masih trauma. Saya hanya ingin dia (pelaku, Red) mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tandasnya. (afg/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#penangkapan #Penganiayaan #polres pamekasan #saling mengenal #terduga pelaku #kekerasan fisik #tindak pidana