PAMEKASAN, RadarMadura.id - Pemkab Pamekasan berupaya memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi pekerja rentan.
Salah satu kelompok prioritas dalam program Universal Coverage Jamsostek (UCJ) tersebut adalah para guru ngaji.
Kabag Kesejahteraan Masyarakat (Kabag Kesra) Setkab Pamekasan Abrori Asyari Rais mengaku saat ini terdapat 2.501 guru ngaji yang menjadi sasaran UJC.
Sementara jumlah guru ngaji yang sudah ter-cover kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan preminya dibayar pemerintah sebanyak 3.000 orang.
"Kami belum dapat melakukan penambahan kepesertaan. Sebab, anggaran yang dimiliki pemerintah terbatas$, ujarnya.
Menurutnya, program perlindungan Jamsostek bagi guru ngaji di Pamekasan telah berjalan selama tiga tahun.
Pemkab berharap ke depan cakupan kepesertaan dapat terus ditingkatkan agar seluruh guru ngaji dapat memperoleh perlindungan kerja yang layak.
"Ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah kepada para guru ngaji yang selama ini berperan penting dalam dunia pendidikan", tuturnya.
Dikonfirmasi di tempat terpisah, Kabid Pelatihan dan Produktivitas Kerja, Dinas Koperasi, UKM, dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan Ika Yulia Rakhmawati mengaku, tahun ini institusinya hanya mampu mengcover kepesertaan Jamsostek bagi buruh tani tembakau dan buruh nelayan.
Belum mengalokasikan anggaran tambahan untuk pekerja rentan lainnya, termasuk guru ngaji.
"Untuk sementara yang bisa dicover baru buruh tani tembakau dan nelayan", ungkap Ika.
Sekadar diketahui, pada 2026 Pemkab Pamekasan hanya mampu menjangkau 1.724 kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
Rinciannya, sebanyak 1.224 buruh tani tembakau dan 500 nelayan.
Sementara itu, berdasarkan target dalam RPJMD, total pekerja rentan yang seharusnya mendapat perlindungan mencapai 60.000 orang. Masing-masing 2.501 guru ngaji, 1.990 nelayan, dan 55.509 petani. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri