PAMEKASAN, RadarMadura.id - Anggaran belanja besar di lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan terkuak.
Salah satunya, puluhan paket sewa gedung menyedot anggaran signifikan. Terdapat 23 paket sewa gedung berbagai kegiatan dengan nilai total sekitar Rp 435 juta selama 2026.
Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin memilih tidak banyak berkomentar saat dikonfirmasi terkait pos belanja tersebut.
Dia menyarankan agar klarifikasi lebih lanjut dilakukan kepada pejabat yang membidangi perencanaan.
Kepala Subbagian Perencanaan dan Evaluasi Dinkes Pamekasan Nur Imama membenarkan jumlah paket beserta nilai anggarannya.
"(Sewa gedung, Red) Itu digunakan untuk mendukung kegiatan pembinaan, monitoring, serta evaluasi sasaran program kesehatan dan penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan", urainya.
Meski disebut untuk mendukung program, pos sewa gedung ini tetap menuai respons dari legislatif.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Abd Rasyid Fansari menilai pelaksanaan kegiatan seharusnya bisa lebih sederhana.
Terutama, di tengah kondisi daerah yang masih dibebani berbagai persoalan.
Di saat kondisi seperti ini, kita dihadapkan persoalan yang kompleks.
Komisi IV sebagai mitra kerja berharap kegiatan yang sifatnya seremonial bisa diselesaikan dengan cara-cara yang sederhana, "tidak harus di beberapa hotel mewah", ujarnya.
Rasyid menambahkan, Dinkes Pamekasan semestinya memaksimalkan penggunaan fasilitas milik pemerintah daerah.
Seperti pendapa dan ruang pertemuan lainnya sebagai upaya efisiensi anggaran.
"Fasilitas pemkab itu banyak yang bisa dimanfaatkan. Ada uang segitu, lebih baik diarahkan untuk menambah kepesertaan penerima bantuan iuran daerah (PBID) kita. Tanggung jawab kita ini masih besar", tegasnya.
Diajuga mengingatkan agar penyelenggaraan kegiatan seremonial ditekan dan dialihkan ke aktivitas yang lebih substantif serta berdampak langsung bagi masyarakat.
Kami sensitif dengan kegiatan-kegiatan seremonial yang dilaksanakan di hotel.
Harapan kami, itu lebih kepada hal-hal yang sifatnya substantif, tegas politisi asal Pantura Pamekasan itu. (afg/yan)
Editor : Amin Basiri