PAMEKASAN, RadarMadura.id - Nilai tingkat gemar membaca (TGM) Kabupaten Pamekasan tahun 2024 mendapat sorotan.
Pasalnya, sebagai Kota Pendidikan, Pamekasan justru berada di peringkat ketiga dari empat kabupaten yang ada di Madura.
Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Pamekasan Kusairi mengatakan, pada 2024 nilai TGM Pamekasan mendapat skor 62,2 poin.
Kondisi ini sangat ironis karena masih bertengger di urutan ke-30 se-Jawa Timur (Jatim) dan nomor tiga se-Madura.
"Itu hasil penilaian TGM 2024. Hasil penilaian 2025 masih menunggu dari perpustakaan nasional", ungkap Kusairi.
Berdasarkan catatan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), nilai tertinggi TGM se-Madura adalah kabupaten Sumenep dengan skor 82,47 poin, kemudian diikuti Kabupaten Bangkalan 76,17 poin.
Sementara di posisi ke empat Kabupaten Sampang dengan poin 60,4.
"Ada perubahan penilaian pada 2024 dan itu sangat berpengaruh. Terdapat lima indikator, di antaranya jumlah buku yang dibaca, lama membaca buku, ketersediaan toko buku, akses internet, dan durasi mengakses internet', ujarnya.
Dia mengklaim, untuk meningkatkan minat baca di Kota Gerbang Salam pihaknya sudah melakukan beragam upaya dan sejumlah inovasi.
Harapannya, nilai TGM 2025 Pamekasan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Seperti peningkatan kualitas layanan perpustakaan, cakupan kemitraan dengan berbagai lembaga yang meliputi pendidikan, ibu kelompok DWP, PKK, pondok pesantren, komunitas literasi, dan cafe", tegasnya.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Saedy Ramli mengaku legislatif telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke DKPP, Senin (9/2).
Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah rendahnya nilai TGM yang menempatkan Pamekasan berada di posisi ketiga se-Madura.
"Kami berharap ada perubahan yang lebih baik. Sebab, nilai TGM itu sangat kontradiktif dengan label Pamekasan sebagai kabupaten atau kota pendidikan", pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri