PAMEKASAN, RadarMadura.id -Jalan poros kabupaten di Pamekasan belum sepenuhnya mendapatkan penanganan maksimal dari pemerintah daerah.
Akibatnya, warga terpaksa bergotong royong dan swadaya untuk melakukan peningkatan dan perbaikan demi kelancaran serta keselamatan pengguna jalan.
Seperti yang dilakukan warga Dusun Laok Gunung, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean.
Warga terpaksa melakukan perbaikan jalan poros kabupaten secara swadaya dengan cara patungan.
Sebab, kondisi jalan di daerah tersebut rusak parah dan bertahun-tahun tidak diperbaiki.
"Warga patungan uang, ada juga yang menyumbang pasir dan batu atau sirtu", ucap tokoh masyarakat Dusun Laok Gunung, Hatim.
Menurut dia, perbaikan jalan tersebut sudah berjalan dua hari. Panjang ruas jalan yang diperbaiki lebih dari 600 meter.
Namun, tidak menutup kemungkinan akan bertambah apabila tersedia tambahan dana.
"Alhamdulillah, solidaritas warga masih kuat. Sehingga bisa bahu-membahu, secara mandiri melakukan perbaikan jalan", tegasnya.
Kabid Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan Tri Gunawan mengakui pemerintah saat ini belum bisa menangani perbaikan jalan di sekitar lokasi bekas longsor tersebut.
Namun dia mengklaim pihaknya sudah sudah melakukan survei ke lapangan. "Karena itu butuh anggaran besar", ujarnya.
Sementara itu, untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh masih dibutuhkan pendalaman teknis secara khusus.
Pasalnya, diperlukan analisis yang akurat melalui kajian lapangan, termasuk uji sounding dan pemeriksaan teknis lainnya, yang hingga saat masih belum dilakukan.
"Kami masih menghitung anggaran yang dibutuhkan berapa dan dampak yang dihasilkan berapa. Jangan sampai anggaran yang dikeluarkan banyak, dampaknya kecil", terangnya.
Tri menegaskan, pemerintah kabupaten tidak lepas tangan atau tidak mau melakukan perbaikan.
Perbaikan juga tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Harus benar-benar tuntas dan berkelanjutan. Artinya bukan sekadar tambal sulam.
"Kami juga harus memerhatikan umur perbaikan jalan", pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri