PAMEKASAN, RadarMadura.id - Ribuan massa yang mengatasnamakan petani tembakau dan buruh rokok mendatangi kantor Pemkab Pamekasan Selasa (10/2) Mereka datang menggunakan truk, pikap, serta kendaraan lainnya.
Massa aksi menyuarakan kegelisahan mereka atas penanganan industri hasil tembakau (IHT). Mereka menegaskan bahwa tembakau masih menjadi harapan utama banyak keluarga di Pamekasan.
Sektor itu dinilai menopang ekonomi petani sekaligus buruh linting di berbagai desa. Koordinator aksi Halili menilai, penindakan aparat penegak hukum (APH) terhadap rokok ilegal kerap lebih menonjol ketimbang upaya pembinaan.
“IHT ini hampir dibabat habis. Jangan asal menangkap, kami sebagai petani dan buruh butuh solusi konkret,” ujarnya.
Menurut Halili, dalam asas hukum dikenal prinsip ultimum remedium yang menempatkan pidana sebagai langkah terakhir. Jika pendekatan represif terus dikedepankan tanpa alternatif nyata, dia khawatir perekonomian masyarakat akan terpukul.
“Kalau ditangkap tanpa solusi, ekonomi kami bisa hancur. Petani ini pilar perekonomian Madura,” imbuhnya.
Melalui aksi tersebut, massa mendesak pemerintah daerah agar mendorong penanganan IHT yang lebih berimbang. Mereka meminta razia tetap dilakukan secara masif, namun dibarengi pembinaan serta pendampingan agar petani tembakau dan buruh rokok tetap bisa bertahan tanpa terjerat persoalan hukum. (afg/dry)
Editor : Hendriyanto