PAMEKASAN, RadarMadura.id – Sebanyak 14 asrama Ma’had Tibyan Li Al-Shibyan, Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Ulum Panyeppen, Pamekasan, hangus dilalap api, Jumat (6/2) malam. Kejadian ini diduga dipicu korsleting listrik.
Pengurus Yayasan Al-Miftah Ponpes Miftahul Ulum Panyeppen Maltuful Anam menyebut, musibah tersebut terjadi sekitar pukul 20.15.
Percikan api kali pertama muncul dari gedung perpustakaan berdasarkan informasi dari para santri.
Namun, kebakaran hebat tersebut tak dapat dihentikan. Api dengan cepat merembet ke kantor Ma’had Tibyan serta 14 asrama di belakangnya.
Selain itu, bangunan kantin, dapur, dan kamar mandi juga hangus dilalap si jago merah.
”Enam asrama merupakan bangunan permanen, sedangkan delapan lainnya semipermanen,” ungkap pria yang akrab disapa Maltuf.
Dia mengaku langsung menghubungi tim pemadam kebakaran (damkar) Satpol PP dan Damkar Pamekasan.
Tim damkar tiba di lokasi sekitar 40 menit kemudian dan api berhasil dijinakkan sekitar pukul 22.40.
”Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Jajaran pengurus sudah melakukan pendataan di masing-masing kamar,” tuturnya.
Luas area terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 1.008 meter persegi. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 4 miliar.
Banyak barang berharga milik santri dan pengurus, seperti laptop, karya seni, dan perlengkapan pribadi yang tidak sempat diselamatkan.
”Dugaan sementara, setelah kami dengan tim inafis melakukan kajian cepat, penyebabnya karena hubungan arus pendek (korsleting) listrik di area perpustakaan,” terangnya.
Akibat musibah ini, ada sekitar 400 santri penghuni Ma’had Tibyan terpaksa dipulangkan lebih awal, Sabtu (7/2) atau keesokan harinya setelah kejadian.
Karena kondisi asrama tidak memungkinkan untuk ditempati pasca kebakaran.
”Seharusnya para santri baru libur tanggal 5 Ramadan. Sedangkan untuk santri Ma’had reguler aktivitas tetap berjalan dan baru libur mulai 10 Ramadan,” sebutnya.
Maltuf menjelaskan, saat ini pihak pesantren tengah melakukan pembersihan puing-puing sisa kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan serta memastikan area terdampak tetap aman.
”Lokasi sudah diamankan agar tidak ada santri yang masuk. Semoga ada hikmah yang lebih baik ke depannya,” harapnya.
Kabid Damkar Satpol PP dan Damkar Pamekasan Misyanto mengaku pihaknya langsung merespons cepat saat menerima laporan adanya kebakaran di Ponpes Panyeppen.
Setelah api berhasil dipadamkan, selanjutnya dilakukan pendinginan di titik kebakaran.
”Beruntung peristiwa ini tidak mengakibatkan korban, baik luka-luka maupun korban jiwa,” pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti