PAMEKASAN, RadarMadura.id – Aktivitas melaut nelayan Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan terganggu karena kesulitan mendapatkan solar.
Akibatnya, banyak nelayan yang terpaksa mengurangi, bahkan menghentikan aktivitas melaut sementara waktu.
Ketua Nelayan Branta Pesisir Warda mengutarakan, kelangkaan solar sudah dirasakan nelayan sejak awal Desember 2025.
Akibatnya, nelayan tidak bisa bekerja maksimal dan otomatis berdampak terhadap perekonomian keluarganya.
Hingga sekarang belum ada solusi nyata dari pemerintah dan stakeholder terkait.
”Sudah sepekan terakhir puluhan nelayan memilih menepi. Tanpa solar, kapal dan mesin penangkap ikan tak bisa dioperasikan,” tuturnya.
Pria berbadan gempal itu meminta para pemangku kebijakan untuk memberikan solusi nyata dan berkeadilan atas masalah yang dialami nelayan.
Misalnya, melakukan pembagian kuota solar secara adil antara kebutuhan darat dan laut. Sebab, para nelayan sangat bergantung pada pasokan BBM tersebut.
”Kelangkaan (BBM) ini menimbulkan pertanyaan, benar nggak jatah solar untuk laut ini disalurkan 100 persen,” tanyanya.
Warda curiga, kemungkinan ada dugaan permainan dalam distribusi solar bersubsidi di Kota Gerbang Salam.
Menurutnya, distribusi yang tidak transparan dan tidak tepat sasaran berpotensi kuat menjadi penyebab kelangkaan yang terus berulang dan merugikan nelayan kecil sebagai pihak paling terdampak.
”Bisa saja jatah seminggu 1.000 liter disalurkan 700 liter. Nah, jika hal ini benar-benar terjadi, siapa yang bermain harus ditindak sehingga nelayan tidak jadi korban,” pintanya.
Terpisah, PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memastikan penyaluran biosolar untuk nelayan di Kabupaten Pamekasan terpenuhi sesuai kuota yang diberikan pemerintah.
Sejauh ini, tidak ada pemberlakuan pembatasan pembelian ataupun kuota. Dia menyebut, di Pamekasan terdapat 16 lembaga penyalur.
”Realisasi sampai dengan Rabu (4/2) sebesar 3.489 kl atau 102 persen dari kuota berjalan 2026. Sudah melebihi kuota yang ada,” jelas Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi.
Ahad menambahkan, sebagai upaya pemenuhan kebutuhan nelayan, Pertamina Patra Niaga melalui supply point Terminal BBM Camplong telah mengirimkan tambahan stok 8 kl biosolar.
Dengan tambahan ini, diharapkan dapat membantu proses normalisasi penyaluran agar nelayan di Pamekasan dapat melaut dengan aman dan tenang.
”Pertamina tentunya melaksanakan monitoring penyaluran BBM untuk nelayan guna memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sesuai ketentuan,” pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti