Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sambut Kepulangan Lulusan Terbaik S3 Tiongkok, Bupati Kholil Sebut Pendidikan Pondasi Utama Membangun Pamekasan

Amin Basiri • Kamis, 5 Februari 2026 | 09:35 WIB
MEMBANGGAKAN: Bupati Pemekasan Kholilurrahman bersama pejabat pemkab menyambut kedatangan Hadiatullah (batik biru), lulusan doktoral terbaik Tianjin University, Tiongkok, di Pendopo Ronggosukowati
MEMBANGGAKAN: Bupati Pemekasan Kholilurrahman bersama pejabat pemkab menyambut kedatangan Hadiatullah (batik biru), lulusan doktoral terbaik Tianjin University, Tiongkok, di Pendopo Ronggosukowati

PAMEKASAN, RadarMadura.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan berkomitmen memajukan pendidikan di Kota Gerbang Salam.

Wujud nyatanya itu ditunjukkan dengan memberikan apresiasi kepada generasi yang berhasil menorehkan prestasi gemilang.

Salah satunya langkah konkretnya yaitu dengan menyambut kepulangan Hadiatullah, kemarin (4/2).

Pemuda asal Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan itu meraih wisudawan terbaik program doktoral di Tianjin University (TJU), Tiongkok.

Kedatangan Hadi juga disambut dengan penuh rasa bangga oleh siswa yang bersorak gembira dengan iringan tabuhan drumband saat menuju pendopo Ronggosukowati.

Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman menyatakan, capaian akademik pria kelahiran 16 Agustus 1993 di tingkat internasional ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi pelajar di Pamekasan untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan.

Baginya, pendidikan adalah pondasi terpenting dalam mewujudkan Pamekasan Maju.

"Penyambutan ini didorong dengan adanya rasa bangga dan senang. Karena putra Pamekasan berhasil meraih cumlaude S3 di Universitas Tianjin", ungkap Bupati Kholil.

Mantan Anggota DPR RI itu menilai, perjuangan, ketekunan, dan tekad Hadi harus menjadi inspirasi luar biasa bagi generasi penerus di Kota Gerabang Salam.

Sebab, dia tidak tumbuh dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang kayaraya atau berkecukupan. 

Meski begitu, Hadi mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi.

Bahkan, berbagai ujian dan kesulitan dalam proses belajar yang pernah dialaminya menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk karakter dan daya juangnya. 

Sebab, saat menjadi santri dan proses menghafal Al-Quran di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan pernah kecelakaan yang menyebabkan patah tulang di kakinya.

"Komitmen kami bagaimana mengembalikan pendidikan di Pamekasan sesuai dengan jargon Pamekasan sebagai Kabupaten Kota Pendidikan", tegasnya.

Orang nomor satu di Pamekasan ini mengaku akan menyusun berbagai program berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pendidikan ke depan.

Sejumlah terobosan tengah dipersiapkan, di antaranya skema pembelajaran kolaboratif yang melibatkan siswa.

Kemudian, program putih kemilau arek lancor, serta penyediaan guru privat bagi murid yang memiliki kelebihan.

"Sudah saya rencanakan sejak lama, bagaimana beasiswa untuk santri juga bisa berkelanjutan. Untuk saat masih tidak memungkinakan karena kondisi anggaran. Mudah-mudahan ke depan bisa kembali diprogramkan", sebutnya.

Sementara Hadi menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas penyambutan langsung dari Bupati Pamekasan Kholilurrahman.

Baginya sambutan tersebut yang diberikan Pemkab Pamekasan adalah bentuk nyata penghargaan terhadap dunia pendidikan, perjuangan, serta mimpi besar anak-anak muda di daerah.

"Di manapun saya nantinya, entah di Pamekasan, di kota lain atau bahkan luar negeri, pastinya akan tetap mebawa nama daerah, saya berkomitmen untuk tetap berkontribusi ke Pamekasan, terutama dibidang pendidikan, dimanapun raga saya berada", pungkasnya. (lil/jup)

Editor : Amin Basiri