PAMEKASAN, RadarMadura.id - Koleksi buku digital di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Pamekasan tidak bertambah.
Sebab, sejak 2020 hingga saat ini dinas perpustakaan dan kearsipan (dispusip) tidak lagi mengalokasikan anggaran pengadaan e-book.
”Kami fokus untuk nambah koleksi buku cetak, ungkap Pustakawan Dispusip Pamekasan Kusairi.
Pria berbadan tegap itu menyebut, pengadaan buku elektronik terakhir kali ter-cover anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) di 2019.
Di tahun-tahun berikutnya, pengadaan e-book tidak lagi diprioritaskan.
”Tahun ini anggarannya Rp 40 juta, rencana kami akan dibelanjakan semua untuk buku cetak", ujarnya.
Menurut Kusairi, selain karena minimnya anggaran, antusiasme masyarakat Kota Gerbang Salam lebih banyak mengakses buku cetak.
Namun, apabila terdapat kebutuhan buku digital, pihaknya mengarahkan ke perpusnas dan provinsi.
"Kalau jumlah koleksi buku digital di aplikasi e-maos milik daerah tidak banyak, ada sekitar seratus judul", sebutnya.
Dia menjelaskan, pemkab telah menginisiasi layanan akses buku digital sejak 2018.
Masyarakat yang ingin mengakses buku secara online tersebut atau e-book, tinggal download aplikasi melalui Play Store.
Kusairi mengeklaim, ke depan e-maos akan terus dikembangkan.
Selain dapat membantu mengatasi keterbatasan waktu, tempat, dan mempermudah akses buku bacaan, juga dapat meningkatkan minat baca masyarakat.
"Namun, kami tetap menyesuaikan kemampuan APBD. Semoga saja segera terwujud, sehingga koleksi di e-maos lebih lengkap", pungkasnya. (lil/han)
Editor : Amin Basiri