PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Wilayah pantai utara (pantura) Pamekasan masih bergantung kepada armada pemadam kebakaran (damkar) Satpol PP dan Damkar Pamekasan yang bermarkas di pusat kota.
Hal itu memengaruhi proses penanganan bencana saat terjadi insiden kebakaran di kawasan pesisir.
Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), upaya penambahan armada damkar sebenarnya telah lama dilakukan dari tahun ke tahun.
Namun, pada tahun ini, Pemkab Pamekasan belum mengalokasikan anggaran untuk membeli armada damkar baru.
Kepala Satpol PP dan Damkar Pamekasan Mohammad Yusuf Wibiseno mengakui keterbatasan armada damkar memengaruhi kinerja institusinya. Terutama, saat terjadi kebakaran di wilayah yang jaraknya cukup jauh dari kantornya.
”Tahun ini tidak ada anggaran untuk pengadaan armada damkar. Rencananya, pengadaan armada damkar akan dianggarkan Kembali ada tahun 2027,” ujarnya.
Menurut dia, usulan penambahan armada damkar sudah disampaikan kepada Pemkab Pamekasan dalam forum koordinasi bersama jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
”Namun, karena kondisi fiskal tidak memungkinkan, membuat rencana pengadaan alat damkar tersebut harus ditunda,” katanya.
Yusuf menyadari bahwa faktor geografis menjadi salah satu kendala bagi institusinya saat melakukan pelayanan kepada masyarakat.
Sebab, jarak tempuh dari kantornya menuju wilayah Pantura membutuhkan waktu yang cukup lama. ”Kalau ada unit di sana (pantura), kita bisa merespons dengan cepat. Bisa memangkas waktu perjalanan,” imbuhnya.
Sembari menunggu usulan pengadaan alat damkar disetujui pada 2027, lanjut dia, Satpol PP dan Damkar Pamekasan akan tetap memaksimalkan sarana dan prasarana (sarpras) yang ada.
”Semua personel harus tetap siaga untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tandasnya. (afg/yan)
Editor : Amin Basiri