PAMEKASAN, RadarMadura.id – Isu merebaknya superflu di sejumlah daerah mendorong penguatan kewaspadaan di Pamekasan.
Seluruh fasilitas layanan kesehatan diminta bersiaga meski hingga kini belum ditemukan kasus.
Langkah tersebut menyusul terbitnya surat edaran (SE) kewaspadaan kepada rumah sakit, puskesmas, klinik, dan laboratorium.
Pengawasan diarahkan pada potensi lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), pneumonia, serta influenza berat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Saifudin menegaskan, upaya itu bersifat pencegahan sejak dini.
Pihaknya meminta seluruh tenaga kesehatan (nakes) meningkatkan pemantauan dan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus.
Selain pemantauan klinis, pelaporan juga diperketat melalui sistem kewaspadaan dini. Pencatatan diminta dilakukan cepat dan akurat agar respons bisa segera dijalankan.
Edukasi publik turut diperkuat melalui kampanye perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). ”Ini harus dioptimalkan, termasuk ajakan memeriksakan diri bila muncul gejala pernapasan,” tegas Saifudin.
Sementara itu, Plt Direktur RSUD dr H Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan Syaiful Hidayat menyebut, kesiapsiagaan internal ikut ditingkatkan.
Skrining pasien diperketat dan prosedur pengendalian infeksi kembali ditegaskan kepada seluruh nakes.
Koordinasi lintas program dan lintas sektor juga dipacu untuk mendukung respons cepat.
”Langkah antisipatif ini diharapkan mampu menahan potensi persebaran sejak awal. Masyarakat juga tidak perlu panik,” imbaunya. (afg/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti