PAMEKASAN, RadarMadura.id – Bencana tanah gerak atau longsor di sebagian wilayah utara Kabupaten Pamekasan masih terjadi.
Terbaru, longsor susulan kembali menerjang Dusun Laok Gunung, Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Selasa (27/1).
Akibatnya, akses jalan utama di wilayah tersebut tertimbun material tanah dan bebatuan. Hatim, warga setempat, mengatakan longsor susulan tersebut kembali menutup akses jalan yang sebelumnya sempat dilakukan pembersihan.
”Sebelumnya Kamis (15/1) juga tertutup akibat longsor. Mau tidak mau kami harus gotong royong untuk mebuka jalan akses baru. Kasihan anak-anak yang mau berangkat sekolah,” ucapnya.
Menurutnya, pemerintah desa juga sudah turun langsung ke lokasi. Namun, warga kesulitan membersihkan jalan karena volume timbunan tanah akibat longsor sangat besar. ”Selain itu juga banyak batang kayu yang memerlukan alat berat,” ulas pria berusia 44 tahun itu.
Fenomena tanah bergerak juga terjadi di Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, tepatnya di Dusun Du’umam yang mengakibatkan sejumlah bangunan warga terdampak.
Kapolsek Waru AKP Zainulloh menyampaikan, dua rumah warga dan satu musala, serta satu dapur rusak.
”Kerusakannya di bagian lantai saja, retak-retak. Jadi rumahnya aman ditempati. Fenomena ini pernah terjadi dulu, tapi dampaknya tidak ke rumah seperti sekarang,” terangnya.
Sementara itu, Akhmad Dhofir Rosidi selaku Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, menyebut potensi bencana tanah gerak di wilayah utara, khususnya di kecamatan Waru, Pasean dan sekitarnya memang masih tinggi. Oleh karena itu, pihaknya meminta supaya warga tetap warpada.
”Informasi dari pihak desa sudah kami terima dan ditindaklanjuti. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Amin Basiri