PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Ketenagakerjaan (Diskop UKM dan Naker) Pamekasan mewacanakan revitalisasi sentra pedagang kaki lima (PKL) Sae Salera atau Food Colony.
Penyegaran kawasan tersebut diproyeksikan mulai dilaksanakan tahun ini.
Penasihat Asosiasi PKL Kabupaten Pamekasan Nur Faisal menekankan, setiap kebijakan yang akan diambil pemerintah daerah harus melibatkan para pedagang, terutama dalam tahap perencanaan revitalisasi.
Menurutnya, pelibatan PKL penting agar pembenahan yang dilakukan benar-benar strategis dan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.
”Pemkab juga harus mengkaji dari sisi hukumnya. Apakah aset itu boleh serta-merta diubah atau tidak. Tidak bisa ujug-ujug, harus berdasar,” ungkap Nur Faisal Rabu (21/1).
Selain itu, dia berharap revitalisasi sentra PKL tidak sekadar menjadi proyek penghabisan anggaran.
Menurutnya, aspek penataan, pembinaan, dan pendampingan terhadap pelaku usaha justru menjadi hal yang tidak kalah penting untuk diperhatikan.
”Rencana revitalisasi itu perlu dipikirkan secara matang. Apalagi, kondisi keuangan Pamekasan saat ini sedang mengalami defisit anggaran yang cukup besar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Diskop UKM dan Naker Pamekasan Achmad Sjaifudin mengatakan, revitalisasi sentra PKL di Jalan Dirgahayu dan Jalan Kesehatan masih membutuhkan kajian akademis yang mendalam.
Kajian tersebut meliputi aspek hukum hingga rancangan desain ulang (redesign) yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi di lapangan.
”Masih dalam proses penyusunan. Secara umum berangkat dari keluhan dan dinamika PKL yang selama ini berkembang. Itu nanti akan kami jadikan landasan,” pungkasnya. (lil/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti