PAMEKASAN, RadarMadura.id – Rencana pelaksanaan Musda XI DPD Golkar Pamekasan berubah arah. Kisruh dukungan pimpinan kecamatan (PK) membuat agenda akbar tersebut tak lagi digelar di daerah. Musda XI dialihkan ke tingkat provinsi.
Agenda yang semula dijadwalkan berlangsung di Pamekasan pada Minggu (18/1) kini direncanakan digelar di Surabaya, Selasa (20/1).
Pergeseran lokasi dan waktu itu terjadi di tengah memanasnya dinamika internal jelang penetapan calon ketua.
Pemicu kegaduhan tak lain persoalan saling klaim dukungan PK. Sejumlah PK terindikasi memberikan dukungan ganda kepada dua kandidat. Kondisi tersebut memaksa panitia melakukan klarifikasi ulang terhadap dokumen dukungan.
Ketua DPD Golkar Pamekasan Rize Ikhwan Muttaqin menegaskan bahwa seluruh tahapan musda XI sejatinya telah berjalan sejak November 2025. Proses itu dimulai dari konsolidasi dengan pimpinan kecamatan hingga tahap pencalonan ketua.
Menurut dia, verifikasi merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang tidak bisa dihindari. Kejelasan dan kesesuaian dukungan harus mengacu pada petunjuk pelaksanaan (juklak) serta AD/ART Partai Golkar. ”Ada beberapa yang memang perlu diverifikasi,” ujarnya.
Pria yang karib disapa Wawan itu menyebut, dari total 18 pemegang hak suara, hanya lima pimpinan kecamatan yang perlu diklarifikasi.
Proses tersebut kini ditangani oleh steering committee (SC) agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Dia juga menekankan bahwa musda bukan sekadar ajang perebutan jabatan. Lebih dari itu, musda merupakan bagian dari pendidikan politik kader. Karena itu, dinamika yang muncul harus disikapi secara dewasa dan komunikatif.
Wawan berharap seluruh kader menahan diri dan menjaga soliditas partai. Kontestasi, menurutnya, harus dijalani dengan semangat membesarkan Golkar, bukan saling menjatuhkan. ”Kami berharap proses suksesi berjalan lebih tertib dan kondusif,” tukasnya. (afg/han)
Editor : Amin Basiri