PAMEKASAN, RadarMadura.id – Identitas jambret yang menyebabkaan kecelakaan maut di jalan raya Dusun Beltok, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, sudah ditemukan.
Namun, aksi kriminal yang berujung pada meninggalnya seorang nenek berusia 60 tahun itu belum ditangkap.
Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan menyatakan, ciri-ciri terduga pelaku telah berhasil diidentifikasi.
Pelaku diketahui beraksi seorang diri menggunakan sepeda motor.
”Dari hasil penelusuran rekan-rekan di lapangan (terduga pelaku, Red) memang benar sudah diketahui,” ujar perwira pertama (Pama) Polri dengan pangkat tiga balok emas di pundaknya itu Jumat (9/1).
Anggotanya kini melakukan pelacakan melalui rekaman closed circuit television (CCTV).
Mantan anggota Satintelkam Polres Bangkalan itu mengeklaim bahwa sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian sudah diperiksa.
Mohammad Dahrul, kerabat korban, berharap pelaku segera ditangkap.
Dia meminta polisi untuk menuntaskan kasus penjambretan yang merenggut nyawa anggota keluarganya pasca mengalami kecelakaan tersebut.
Sekadar informasi, peristiwa itu terjadi Rabu (7/1) sekitar pukul 11.00 WIB.
Lokasinya di jalan raya Dusun Beltok, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan. Saat itu sepeda motor dikendarai oleh Sakdiyah.
Di tengah perjalanan, motor korban dipepet dari samping kanan. Pelaku diduga menarik gelang emas milik Sumriyeh.
Pengemudi panik dan kehilangan kendali. Motor oleng di jalan menikung dan menurun, lalu menghantam tiang penyangga toko.
Akibat benturan keras tersebut, nyawa Sumriyeh tak bisa diselamatkan.
Perempuan yang bekerja sebagai petani itu meninggal di lokasi kejadian.
Sementara tiga korban lainnya, yakni Sakdiyah, Alfian, dan Kayla selamat dengan beberapa luka di tubuh. (afg/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti