PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tembakau menjadi salah satu komoditas pertanian terbesar di Pulau Madura.
Empat kabupaten di Madura menjadi penghasil tembakau terbesar dan berkualitas di Jawa Timur, bahkan nasional.
Keunggulan ini menjadikan sektor pertembakauan sebagai salah satu penopang ekonomi penting bagi masyarakat Madura.
Luas lahan tembakau di Madura mencapai 51.928,20 hektare. Bahkan, 23 persen dari total lahan tembakau di Jawa Timur berada di Madura.
Perinciannya, Kabupaten Pamekasan memiliki luas lahan tanam 32.205 hektare, Sumenep 15.823 hektare, Sampang 3.870 hektare, dan Bangkalan 30 hektare.
Angka itu menunjukkan dominasi Madura dalam produksi tembakau berkualitas tinggi di provinsi tersebut.
Angka itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur (Wagub Jatim) Emil Elestianto Dardak saat malam penganugerahan MA 2025 yang diprakarasi Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Emil mengapresiasi penyelenggaraan event tahunan yang rutin digelar JPRM.
Ajang itu menjadi pengakuan publik terhadap kontribusi nyata berbagai pihak dalam memajukan sektor pertembakauan.
”Tembakau adalah komoditas yang susah-susah gampang mengelolanya. Jadi perlu kepekaan dalam melihat tata niaganya. Kita ingin petani tembakau yang sudah turun-temurun mengembangkan tembakau bisa sejahtera,” ungkapnya.
Emil menyebut tembakau menjadi penyumbang tertinggi kedua pada perekonomian industri manufaktur di Jawa Timur.
Bahkan, total produksi tembakau di Jatim mencapai 57 persen dari produksi nasional. Pemprov Jatim berkomitmen untuk berpihak kepada petani dan industri tembakau.
Emil yakin, penganugerahan MA yang digelar JPRM mampu meningkatkan motivasi para petani dan pelaku industri.
Tidak terkecuali pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan bekerja sama dalam menjaga keberlanjutan serta kualitas produksi tembakau.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura secara berkelanjutan.
”Sekarang tantangannya bagaimana industri tembakau ke depan bisa berdaya saing dan berkelanjutan, dan pekerjanya terus mendapat nafkah,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti