PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kiprah pondok pesantren (ponpes) mendapat apresiasi dari Pemkab Pamekasan. Sebab, eksistensinya sangat nyata dalam membantu pemerintah membangun masyarakat.
Perjalanan dan kemajuan Pamekasan, tidak bisa dilepaskan dari keberadaan ponpes yang mewarnai sejarah sosial, budaya, dan pendidikan.
Ponpes telah lama menjadi pusat pembentukan karakter, moral, dan nilai keislaman yang modern. Hal itulah menjadi fondasi kuat bagi kehidupan masyarakat Pamekasan.
Tidak hanya berperan dalam pendidikan agama, ponpes juga berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing.
Kiprah alumni ponpes menyasar di berbagai bidang. Mulai dari pendidikan, pemerintahan, kewirausahaan, hingga sosial kemasyarakatan.
Hal ini menunjukkan bahwa ponpes mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman.
Atas dasar itulah, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman berkomitmen memperkuat lembaga pesantren sebagai salah satu program prioritas pembangunan daerah.
Komitmen tersebut dilandasi kesadaran bahwa ponpes memiliki peran strategis dalam membentuk karakter masyarakat serta mencetak SDM yang berakhlak dan berdaya saing.
Apresiasi terhadap ponpes terus diwujudkan pemerintah melalui berbagai kebijakan dan penghargaan.
Di antaranya adalah dengan memberikan hadiah umrah bagi juara Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK), dan Musabaqah Hifdzi Alfiyah Ibnu Malik (MHA) yang digelar sebagai rangkaian Hari Jadi Ke-495 Kabupaten Pamekasan.
”Lomba tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter qur’ani dan penguatan tradisi keilmuan di kalangan generasi muda. Tradisi ini harus terus dilestarikan sebagai identitas daerah dan media untuk membumikan nilai-nilai qur’ani,” ungkap Kiai Kholil.
Dijelaskan, Pemkab Pamekasan juga memberikan penghargaan spesial kepada para juara kafilah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Pada MTQ yang dilaksanakan di Jember itu, Pamekasan mampu menyabet predikat juara dari sejumlah cabang lomba.
Yaitu, juara 1 hafiz 30 juz, harapan 1 tafsir bahasa Arab, harapan 2 tafsir bahasa Indonesia, harapan 3 qiraah murattal remaja putri, harapan 3 tilawah dewasa putri, dan harapan 2 kategori hafiz 20 juz.
Bahkan, pemkab juga memberikan penghargaan spesial kepada Ahmad Farhan, santri Ponpes Darul Ulum Banyuanyar, yang berhasil meraih juara 2 nasional dalam ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) XXVII Tingkat Nasional Tahun 2025 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Bupati KH Kholilurrahman menyerahkan uang pembinaan Rp 12.500.000 sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang membanggakan tersebut.
”Kami bersyukur karena mereka telah mengharumkan nama Pamekasan, baik di tingkat provinsi dan nasional. Ini prestasi yang perlu diapresiasi dan semoga menjadi penyemangat bagi para santri yang lain,” harapnya.
Dalam pemerintahan yang dipimpin Bupati Kholilurrahman dan Wakil Bupati Sukriyanto, ada beragam program prioritas yang secara khusus digagas untuk pengembangan ponpes.
Di antaranya program eco pesantren, bantuan operasional, santunan guru ngaji, hingga pengembangan ekonomi pesantren.
”Tujuannya, untuk menciptakan pesantren yang modern, sehat, berdaya saing, dan mandiri. Selama ini pesantren terpinggirkan. Padahal sejauh ini pesantren mampu melahirkan generasi yang cerdas, sehat, kuat, dan siap andil dalam pembangunan Pamekasan maju,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti