PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kabar duka meninggalnya wartawan senior, Masdawi Dahlan, tersebar ke sejumlah wartawan di Kabupaten Pamekasan dan daerah lain Minggu (21/12). Mantan jurnalis Jawa Pos Radar Madura (JPRM) itu berpulang di usia 60 tahun.
Kepergian Masdawi Dahlan meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, rekan seprofesi, serta para sahabat yang mengenalnya. Sosoknya dikenal bersahaja, rendah hati, dan teguh memegang prinsip dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Semasa hidupnya, pria kelahiran Sumenep tersebut dikenal sebagai jurnalis yang ulet, kritis, dan berintegritas tinggi. Dia selalu berusaha menghadirkan berita yang akurat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik. Dedikasinya terhadap profesi menjadikan namanya dihormati, terutama di kalangan wartawan muda.
As’adur Rofiki, keponakan Masdawi mengatakan, almarhum dikenal sebagai sosok yang konsisten dalam menulis. Almarhum menulis bukan sekadar aktivitas, melainkan bagian dari sikap hidup yang terus dijaga sepanjang waktu. Bahkan, di usia senjanya, Masdawi tetap produktif menuangkan gagasan.
”Dia kerap menulis opini mengenai kondisi sosial dan politik. Hal itu sebagai bentuk kepedulian serta refleksi kritis terhadap realitas yang terjadi di sekitarnya,” ungkapnya saat ditemui di rumah duka.
Sebelum meninggal, Masdawi sempat dua kali dirawat ke rumah sakit. Pertama, pada Jumat (12/12) dirujuk ke RS Larasati. Setelah menjalani perawatan, diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik pada Kamis (18/12). Sehari sebelum meninggal, dia kembali drop dan dirujuk ke RSUD Smart hingga akhirnya meninggal dunia Minggu (21/12).
”Kalau diagnosis dokter, ada gejala stroke karena terdapat penyumbatan di dua batang otaknya,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Opik itu menyebut, Masdawi adalah sosok teladan dalam keluarga besarnya. Kerap kali dia mengingatkan saudara-saudaranya, baik berkaitan dengan akademik, agama, dan kehidupan bersosial. Bahkan, dia juga dikenal suka bersilaturahmi kepada keluarga sekalipun jarak yang ditempuh jauh.
”Orangnya suka silaturahmi. Sekalipun keluarga jauh, dia konsisten selalu menyambangi. Satu tahun sekali pasti menyempatkan waktu,” terangnya.
Di Jawa Pos Radar Madura, Masdawi Dahlan tercatat sebagai salah satu figur penting. Dia turut membentuk karakter jurnalistik lokal yang kuat. Dia kerap menjadi tempat berdiskusi, membagikan pengalaman panjangnya di dunia pers tanpa pamrih. Jejak pengabdiannya menjadi teladan bagi generasi penerus wartawan di Madura. Selamat jalan Masdawi, karya dan pengabdianmu akan selalu dikenang. (lil/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti