PAMEKASAN, RadarMadura.id – Bakorwil IV Pamekasan mendorong akselerasi pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat dan peningkatan akses pelayanan dasar.
Langkah ini dinilai penting karena sebagian wilayah Madura masih memiliki angka kemiskinan tinggi di Jawa Timur.
Kepala Bakorwil IV Pamekasan Dra. Sufi Agustini, M.Si menyebut, Madura memiliki potensi besar di berbagai sektor.
Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya menekan angka kemiskinan. Kondisi ini berdampak pada IPM dan pembangunan daerah.
Menurutnya, pengentasan kemiskinan tidak bisa dilakukan secara linier.
Diperlukan akselerasi kebijakan dan sinkronisasi data antara Pemprov Jatim, pemerintah daerah, dan Badan Pusat Statistik (BPS). Sinergi data menjadi dasar penentuan program.
”Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektoral. Pemerintah, akademisi, BUMN, BUMD, swasta, dan masyarakat didorong terlibat melalui skema multihelix. Setiap pihak memiliki peran sesuai kapasitasnya,” tuturnya.
Sufi berharap lahir strategi inovatif yang dapat diterapkan di lapangan.
Targetnya, keluarga pada desil 1 dan 2 dapat naik kelas menjadi prasejahtera. Kolaborasi dinilai kunci utama pengentasan kemiskinan di Madura. (afg/han)
Editor : Amin Basiri