Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Luas Tanam Padi Belum Capai Target

Amin Basiri • Kamis, 18 Desember 2025 | 01:52 WIB

Tani lil

LAHAN PANGAN: Seorang petani di Kelurahan Bugih membajak sawah untuk ditanami padi, Minggu (14/12).
LAHAN PANGAN: Seorang petani di Kelurahan Bugih membajak sawah untuk ditanami padi, Minggu (14/12).

PAMEKASAN, RadarMadura.id - Musim tanam padi di Kabupaten Pamekasan telah dimulai sejak November lalu.

Namun, hingga saat ini capaian luas tanam di Bumi Gerbang Salam masih belum memenuhi target.

Buktinya, luas lahan yang telah ditanami padi oleh para petani baru mencapai 24.314 hektare dari total target seluas 29.896 hektare.

Target tersebut ditetapkan dengan mengacu pada realisasi tanam pada tahun lalu.

Masa tanam periode ini masih berjalan. Perkiraan sampai Januari tahun depan untuk daerah-daerah serapan seperti di Kecamatan Larangan dan Galis, kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Fathorrachman.

Dia mengeklaim, meskipun di Kota Gerbang Salam marak isu alih fungsi lahan sawah menjadi pergudangan, hal tersebut tidak memengaruhi terget luas lahan tanam padi pada tahun ini.

Alasannya, karena terjadi peralihan pola tanam dari sejumlah komoditas lain.

”Yang semula tanam komuditas jagung, sekarang petani lebih memilih tanam padi. Jadi kemungkinan untuk turun (luas lahan tanam padi, Red) tidak akan terjadi, sebutnya.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan berbagai bentuk intervensi untuk memaksimalkan luas lahan tanam padi di Kota Gerbang Salam.

Salah satunya melalui pemberian bantuan bibit yang bertujuan untuk meningkatkan minat petani untuk menanam padi.

Ada sekitar 9.000 hektare yang tersebar di 13 kecamatan. Itu bukan bantuan dari kabupaten, kami usulkan melalui kementerian, tegasnya.

Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan Moh. Faridi mengingatkan dinas terkait untuk terus melakukan pendampingan secara berkala kepada seluruh petani.

Selain itu juga mendorong penerapan pertanian modern berbasis teknologi guna meningkatkan produktivitas pertanian.

Pemerintah harus memastikan tidak terjadi perubahan fungsi lahan sawah yang dilindungi (LSD) untuk bangunan gedung yang belakangan ramai dibicarakan. Sempat juga dibahas dalam audiensi di Komisi II, pungkasnya. (lil/yan)

Editor : Amin Basiri