PAMEKASAN, RadarMadura.id - Cuaca ekstrem menyelimuti sebagian wilayah di Kabupaten Pamekasan.
Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur sejumlah wilayah harus diwaspadai agar tidak terjadi bencana hidrometeorologi. Seperti banjir hingga pohon tumbang.
Kondisi tersebut harus diantisipasi sejak dini. Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat agar tidak lengah.
Sebab, cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana lanjutan di sejumlah kecamatan. Peran aktif warga dinilai sangat krusial untuk menekan risiko sejak dini.
Wakil Bupati (Wabup) Pamekasan Sukriyanto mengatakan, langkah preventif dapat berdampak besar jika dilakukan secara kolektif.
Salah satunya dengan menghidupkan kembali budaya gotong royong di lingkungan permukiman.
Sukriyanto mengimbau warga rutin melakukan kerja bakti, terutama memangkas atau menebang pohon besar yang rawan tumbang yang ada di sekitar rumah dan tepi jalan.
Upaya tersebut dinilai penting untuk meminimalisasi risiko kecelakaan saat hujan disertai angin kencang.
Selain ancaman pohon tumbang, lanjut dia, persoalan drainase juga menjadi sorotan. Saluran air yang tersumbat kerap menjadi pemicu banjir.
Mari jaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta rutin membersihkan selokan dan parit, ajaknya.
Dia minta warga untuk menjaga keselamatan anak-anak. Orang tua diminta meningkatkan pengawasan, terutama bagi keluarga yang tinggal di sekitar bantaran sungai atau aliran air.
”Anak-anak jangan bermain di sungai, selokan, atau daerah aliran air saat hujan, ingatnya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan telah memetakan berbagai potensi bencana yang mengintai selama musim penghujan 2025.
Berdasarkan dokumen kajian risiko bencana (KRB), setidaknya terdapat 11 jenis bencana yang berpotensi terjadi di Kota Gerbang Salam
Plt Kalaksa BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi menyebutkan, bencana angin kencang dan cuaca ekstrem berpotensi terjadi hampir di seluruh kecamatan, kecuali Pasean.
Khusus gelombang ekstrem dan abrasi berpotensi mengancam wilayah pesisir Pamekasan.
”Bencana banjir berpotensi terjadi di Kecamatan Pamekasan, Pademawu, dan Pasean.
Untuk longsor, hampir semua kecamatan masuk zona rawan, kecuali Tlanakan, jelasnya.
BPBD Pamekasan juga mengingatkan adanya potensi bencana lain seperti epidemi, gempa bumi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, kebakaran permukiman, hingga gagal teknologi.
Saya mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda potensi bencana.
Bisa melapor kepada aparat desa, kecamatan, maupun melalui pos terpadu, tandasnya. (afg/yan)
Editor : Amin Basiri