PAMEKASAN, RadarMadura.id – Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan serta pemerataan dan kesejahteraan tenaga pendidik. Karena itu, dia mendorong agar penataan guru sesuai domisili.
Bupati Kholil menyebut, akselerasi tersebut menjadi langkah penting yang harus dilakukan, sehingga pendidikan di Pamekasan ke depan bisa lebih baik. Baginya, penguatan sektor pendidikan tidak cukup dilakukan melalui evaluasi mutu pembelajaran semata.
”Bukan hanya berharap pendidikan lebih baik, tapi bagaimana guru bisa dioptimalkan semaksimal mungkin,” katanya.
Dia menilai, di balik kemajuan sebuah daerah terdapat peran besar para guru yang bekerja. Tanpa guru, jabatan setinggi apa pun tidak bermakna, teknologi secanggih apa pun tidak berdaya, dan mimpi tidak bisa menjadi kenyataan.
”Berbicara evaluasi pendidikan, harus menyentuh kesejahteraan guru. Guru-guru yang saat ini domilisinya jauh dari tempat tugasnya, kami minta untuk dipikirkan,” ucapnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Pamekasan Akhmad Basri Yulianto berjanji akan memikirkan penataan guru tersebut. Langkah itu dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan riil serta pemetaan sumber daya manusia (SDM).
”Terkait pesan bupati, kami akan menyesuaikan dengan bezetting serta formasi di setiap jenjang pendidikan. Insyaallah bisa direalisasikan asal sesuai dengan formasi yang ada,” tuturnya.
Basri menjelaskan, mekanisme penugasan guru agar lebih dekat dengan tempat tinggal akan dikombinasikan dengan prinsip tour of duty. Tujuannya, agar kebijakan tersebut tetap sejalan dengan kebutuhan organisasi serta tidak menimbulkan persoalan dalam dunia pendidikan.
”Waktunya relatif dan akan berjalan sesuai kebutuhan serta kebijakan yang ditetapkan ke depan,” pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti