PAMEKASAN, RadarMadura.id - Punggawa Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Jawa Timur kembali menggelar program Madrasah Memanggil se-Madura.
Pada angkatan ketiga tahun ini, ratusan relawan dilepas secara simbolis di Pendopo Ronggosukowati kemarin (3/12).
Ketua Panitia Madrasah Memanggil Angkatan Tiga Ahmad Suhri mengatakan, pihaknya mengusung tema besar, yakni Bergerak Bersama Menuju Madrasah Berkualitas.
Dengan tema tersebut, diharapkan bisa membawa kualitas pendidikan di lingkungan madrasah terus meningkat.
”Untuk sementara 102 relawan yang terdaftar di online (google form) dan masih nunggu data pendaftaran offline dari berbagai instansi, kata Suhri.
Dia menyebutkan, pada periode ini terdapat lebih 40 lembaga pendidikan madrasah yang menjadi sasaran program ini.
Kegiatan ini akan dimulai pada Desember 2025 hingga Juni 2026 dan dilakukan secara bertahap setiap minggu sesuai jadwal lembaga yang telah disepakati.
Koordinator Madrasah Memanggil Yazid Al Bustomi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menjadi mitra program Madrasah Memanggil.
Dia mengapresiasi komitmen relawan yang bersedia hadir ke madrasah-madrasah untuk memberikan edukasi dan berbagai bentuk pendampingan lainnya.
Dia menjelaskan, melalui program ini, pihaknya akan menyalurkan bantuan pendidikan dari Pegadaian Syariah Area Madura serta mushaf Al-Quran dari Cahaya Ummat.
Di samping itu, ada tenaga edukatif dari para mitra. Meliputi Prodi MPI Pascasarjana UIN Madura, IAI Al Khairat, Institut Kariman Wirayudha Universitas Islam Madura (UIM) serta STIQ Al Falah.
Selain itu, ada relawan FRPB Pamekasan, DPW Imaba Pamekasan, DPW Imaba Sumenep, DPW FKMSB Pamekasan, dan Rumah Desa Hebat.
Program ini sudah angkatan ketiga. Para relawan akan mengabdi ke pelosok desa yang ada madrasahnya.
Program ini tujuannya bergerak bersama agar madrasah terus berdaya, sebutnya.
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman sangat mengapresiasi program inovatif Madrasah Memanggil dari PGMI Jawa Timur tersebut.
Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Pamekasan itu menekankan pentingnya semangat back to madrasah, yang juga menjadi bagian dari program prioritas lima tahun ke depan.
Artinya, kami tidak tanggung-tanggung bagaimana mengawal madrasah dan pesantren dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan tata kelola madrasah.
Atas nama pemerintah, kami menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada PGMNI dan seluruh relawan, pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Amin Basiri