Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Enam Dapur Berhenti Beroperasi, Belasan Ribu Siswa Tak Menerima MBG

Amin Basiri • Senin, 1 Desember 2025 | 17:19 WIB

 

Salah satu SPPG di kecamatan Pademawu Pamekasan belum beroperasi kembali
Salah satu SPPG di kecamatan Pademawu Pamekasan belum beroperasi kembali

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Distribusi program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan tersendat.

Pemicunya, enam satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) berhenti beroperasi.

Alasannya, dana dari pusat tidak cair (lihat grafis).

Data Jawa Pos Radar Madura (JPRM), terdapat 215 sekolah dengan total 16.967 penerima manfaat terdampak. SPPG paling lama tidak mendistribusikan MBG yakni Yayasan As-Salman.

Dapur yang berlokasi di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu itu berhenti menyalurkan MBG sejak Senin (17/11). 

Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Tri Arif mengeklaim, ada lima dapur yang dananya ditransfer dari pusat.

Artinya, anggaran yang belum cair tersisa satu SPPG.

Ada dua yang belum cair, yang SPPG Buddagan dan terbaru SPPG Yayasan Al-Madani Branta Tinggi, Tlanakan, tuturnya kemarin (30/11).

Hariyanto mengungkapkan, lambatnya pencairan dana dari BGN pusat karena terdapat pergeseran atau rotasi jabatan.

Menurutnya, keputusan pencairan dana untuk dapur sepenuhnya kewenangan pemerintah pusat.

Dia mengaku, tidak tahu pasti kapan dana untuk SPPG Pasean, SPPG Waru, SPPG Dempo Barat 01, dan SPPG Jungcangcang cair dari pemerintah pusat.

Pihaknya juga tidak mendapat informasi berkenaan dengan dimulainya aktivitas pendistribusian MBG ke masing-masing sekolah.

Baca Juga: Menag Tekankan Integrasi Sains dan Spiritual di UIN Madura

Saya kurang update juga (terkait pendistribusian MBG, Red). Sebab, itu langsung cair ke masing-masing SPPG, ungkapnya.

Hariyanto menyatakan, pihaknya sudah melaporkan pada BGN terkait problem pendistribusian MBG yang terjadi di Kota Gerbang Salam.

Sejauh ini pihaknya belum melakukan koordinasi dengan lintas sektor di tingkat kabupaten, termasuk dengan satgas MBG di Pamekasan.

Pembahasannya nanti, masuk bulan Desember. Rapatnya satu bulan satu kali, sebutnya.

Terpisah, Ketua Satgas MBG Pamekasan Taufikkurachman mengaku belum mengetahui terkait enam SPPG yang berhenti beroperasi karena terkendala pencairan dana dari pusat.

Saya baru tahu ini. Besok, Senin (1/12), insyaallah ada rapat koordinasi dengan BGN. Nanti kami pertanyakan kendalanya apa, tuturnya singkat.

Ahli Gizi SPPG Yayasan As-Salman Fikri Muttawakil tidak menampik bahwa dapurnya sudah tidak mendistribusikan MBG ke sepuluh sekolah sasaran sejak Senin (17/11).

Sebab, dana dari BGN tidak turun. Pihaknya menunggu anggaran dari pusat untuk melakukan pendistribusian lagi.

”Sampai saat ini kami berusaha yang terbaik dan menunggu dana dari pusat agar dapur kami segera beroperasi sehingga dapat mendistribusikan MBG ke penerima manfaat, pungkasnya. (lil/bil)

Editor : Amin Basiri