PAMEKASAN, RadarMadura.id - Bupati KH Kholilurrahman baru saja melakukan penyegaran terhadap 21 pejabat tinggi pratama (eselon II), Selasa (18/11). Namun, rotasi pejabat tersebut tidak cukup di situ.
Bupati yang akrab disapa Kiai Kholil tersebut menyiapkan mutasi besar-besaran tahap kedua.
Khususnya bagi pejabat eselon III. Penyegaran tersebut rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat.
Langkah tersebut bagian dari proses penyegaran dan penataan ulang organisasi perangkat daerah (OPD), badan daerah (BD), dan unit-unit strategis lainnya.
Pasti terjadi (mutasi besar-besaran, Red), saya berharap tidak terlalu lama. Dalam waktu dekat, ungkapnya.
Orang nomor satu di Kota Gerbang Salam itu, mulai melakukan pendataan.
Itu bagian dari asesmen yang nantinya akan menjadi acuan utama dalam menentukan siapa yang layak dipindahkan, dipromosikan, atau diganti.
Kami sudah minta untuk mulai mendata, siapa menduduki apa.
Misalkan nanti sepuluh hari selesai, sepuluh hari kami lantik. Maksimal dua bulan sudah bisa dilaksanakan, tegasnya.
Mantan anggota DPR RI itu menambahkan, mutasi akan dilakukan didasarkan pada hasil evaluasi kinerja serta kebutuhan organisasi.
Langkah tersebut diperlukan, baik karena adanya kekosongan jabatan, pegawai yang memasuki masa pensiun, meninggal dunia maupun untuk melakukan penyegaran guna menghadirkan energi baru.
Kami berharap ke depan lebih akseleratif untuk mewujudkan visi dan misi bupati dan wakil bupati. Itu yang kami tuju, terangnya.
Ketua DPRD Pamekasan Ali Masykur menilai mutasi puluhan pejabat eselon II yang dilakukan Bupati Kholil sudah berjalan secara profesional dan proporsional.
Tapi, itu belum cukup. Sebab, utak-atik pejabat belum menyentuh pejabat eselon III.
Maka dari itu, pihaknya mendukung jika eksekutif mengagendakan untuk melakukan mutasi besar-besaran.
Harus maksimal memutasinya dari semua tingkatan, biar Pak Bupati fokus ke depan mengejar visi misi yang tertinggal.
Kalau ini (mutasi eselon II, Red) masih setengah hati, pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Amin Basiri