PAMEKASAN, RadarMadura.id -Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pamekasan masih tinggi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan mencatat sepanjang 2025 angka kasus mencapai 88 penderita.
Penyakit ini didominasi laki-laki sebanyak 51 orang, dan 37 perempuan orang.
Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin mengatakan, puluhan penderita HIV meninggal. Angka kematian tertinggi dialami laki-laki yang mencapai delapan orang.
Sementara perempuan yang meninggal karena HIV hanya dua orang.
Yang tercatat orang dengan HIV (ODHIV) tahun ini sebanyak 82 orang, ujarnya kemarin.
Saifudin mengungkapkan, tahun ini penderita HIV berkurang jika dibandingkan 2024.
Tahun lalu, jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Gerbang Salam mencapai 137 orang. Perinciannya, 78 laki-laki dan 59 perempuan.
Yang meninggal 9 laki-laki dan 5 perempuan. Sementara yang tercatat ODHIV berjumlah 123 orang, ungkapnya.
Dia mengaku sudah melakukan sejumlah upaya untuk menekan kasus HIV/AIDS.
Meliputi penguatan komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) dan kolaborasi lintas sector serta yang lainnya. Pihaknya juga melakukan peningkatan notifikasi pasangan.
Kami melakukan tes HIV pada pasangan ODHIV hingga survey terpadu berbasis perilaku pada kelompok LSL, paparnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan penguatan integrasi layanan tes HIV kepada pasien infeksi menular seksual (IMS), pasien TBC, ibu hamil, layanan kespro, serta catatan nikah (catin).
Temasuk juga penelusuran dan pemantauan ODHIV yang tidak minum ARV secara teratur.
”Terakhir, kami melakukan pencatatan dan pelaporan yang tepat dan lengkap, malalui aplikasi SIHA,” pungkasnya. (lil/bil)
Editor : Amin Basiri