PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pendistribusian menu makan bergizi gratis (MBG) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan As-Salman kembali tersendat. Sejak Senin-Selasa (17-18/11), dapur yang berlokasi di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, itu menghentikan sementara penyaluran.
Akibat penghentian tersebut, sebanyak 2.298 murid di sepuluh lembaga pendidikan tidak menerima jatah MBG. Salah satu yang terdampak adalah SMAN 2 Pamekasan. Hingga Selasa (18/11), sebanyak 1.026 siswanya belum menerima kepastian kapan penyaluran kembali dilakukan.
”Sampai saat ini belum ada konfirmasi dari dapur,” kata Kepala SMAN 2 Pamekasan Moh. Arifin.
Hal serupa dialami siswa MAN 2 Pamekasan. Ratusan siswa penerima manfaat MBG juga belum mendapatkan menu sejak dua hari terakhir. Hal itu tentu merugikan siswa yang memiliki hak untuk mendapatkan makan bergizi tersebut.
”Ada 900 murid penerima MBG,” ujar Kepala MAN 2 Pamekasan Muhammad Holis singkat.
Ahli Gizi SPPG Yayasan As-Salman Fikri Muttawakil memastikan penghentian sementara tersebut terjadi karena dana dari pemerintah pusat belum cair. Pengajuan proposal ke Badan Gizi Nasional (BGN) telah dilakukan dua pekan lalu, namun belum ada proses pencairan.
”Selama dana belum turun, distribusi belum bisa berjalan. Kami belum tahu sampai kapan,” jelasnya.
Dia menegaskan bahwa penghentian sementara ini sesuai arahan pusat. Kebijakan tersebut, kata dia, merupakan hasil koordinasi ketua SPPG dengan pihak yayasan dan BGN.
”Kami sudah ikut Zoom dengan kepala BGN dan wakilnya terkait keterlambatan dana. Kami juga sudah mengisi link laporan,” terangnya.
Di sisi lain, Koordinator Kabupaten (Korkab) MBG Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Tri Arif belum memberikan keterangan terkait mandeknya program tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan Jawa Pos Radar Madura melalui telepon dan pesan tidak mendapatkan respons, meski nomor yang bersangkutan dalam keadaan aktif.
Padahal, klarifikasi Korkab sangat diperlukan untuk menjelaskan persoalan pendistribusian MBG yang sedang bermasalah akibat keterlambatan pencairan dana dari BGN. Hingga berita ini ditulis, Hariyanto masih tutup mulut. (lil/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti