BATU, RadarMadura.id – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan menggelar Seminar Penguatan Kapasitas Pegawai (Capacity Building) dalam rangka Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kegiatan ini dilaksanakan pada 7–9 November 2025 di Amarta Hills Hotel and Resort, Kota Batu, Malang.
Seminar tersebut mengusung tema “ASN Tangguh di Era Disrupsi: Adaptif, Inovatif, dan Kolaboratif untuk Pelayanan Publik yang Berdampak”. Tema ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola sekaligus membangun karakter ASN yang tangguh dan berintegritas tinggi.
Dalam pelaksanaannya, Kantor Imigrasi Pamekasan menghadirkan tiga narasumber utama. Pertama, Arry Dwi Handoko, Manager Business BRI Pamekasan, memaparkan standar konkret budaya pelayanan prima dari perspektif perbankan.
Ia menekankan pentingnya professional looks serta penerapan budaya layanan “SMART” (Sigap, Mudah, Akurat, Ramah, dan Terampil) untuk mewujudkan pelayanan yang cepat, tepat, dan berempati kepada masyarakat.
Kedua, Agus Muttaqin, perwakilan Ombudsman RI Jawa Timur, membahas strategi peningkatan tata kelola pelayanan publik. Ia menegaskan pentingnya pencegahan maladministrasi—seperti penyimpangan prosedur, penundaan berlarut, atau permintaan imbalan—yang kerap menjadi akar dari pelayanan buruk dan potensi korupsi.
Baca Juga: Kantor Imigrasi Pamekasan Minta Maaf atas Keterlambatan Penerbitan Paspor Akibat Pembaruan Sistem
Sementara itu, Novianto Sulastono, Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Jawa Timur, memberikan arahan strategis untuk menaikkan predikat dari Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menjadi WBBM. Ia menekankan bahwa pencapaian WBBM menuntut transformasi budaya kerja secara menyeluruh, dengan fokus tidak hanya pada pencegahan korupsi, tetapi juga pada inovasi dan pelayanan publik prima yang berdampak nyata terhadap kepuasan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Imigrasi Pamekasan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat berbagai inovasi pelayanan yang telah berjalan, seperti program M-Paspor dan Desa Binaan Imigrasi.
Ia menegaskan bahwa di tengah era disrupsi teknologi, peran sumber daya manusia tetap menjadi faktor utama keberhasilan pelayanan publik.
“Sebagus apa pun sistem dan teknologi yang kita miliki, semua itu tidak akan berarti tanpa ASN yang berkualitas dan berdedikasi tinggi,” ujarnya. “Teknologi hanya alat; manusialah yang menentukan seberapa baik pelayanan itu dirasakan oleh masyarakat.” terangnya.
Baca Juga: Dukung Penguatan Layanan Keimigrasian Digital, Imigrasi Pamekasan Jadi Narasumber di UIN Madura
Melalui kegiatan ini, Kantor Imigrasi Pamekasan meneguhkan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme seluruh jajaran pegawai demi meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin humanis, transparan, dan berintegritas. (dry)
Editor : Hendriyanto