Rencana KEK tembakau di Madura menjadi momentum baru bagi daerah untuk membangkitkan kejayaan komoditas lokal. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah diharapkan pemerintah pusat segera merespons dan merealisasikan, sehingga petani tembakau Madura bisa menikmati hasil jerih payahnya secara lebih adil.
PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pembentukan kawasan ekonomi khusus (KEK) tembakau di Madura dinilai penting dalam upaya pengembangan pertanian dan industri tembakau. Guna mewujudkan itu, Komunitas Muda Madura (Kamura) intens melakukan penelitian. Saat ini tengah merumuskan naskah akademik KEK Tembakau Madura.
Naskah akademik KEK Tembakau Madura akan menjadi landasan ilmiah dan strategis dalam memperjuangkan kemandirian ekonomi Madura berbasis industri tembakau rakyat. Inovasi itu akan menjadi arah baru pembangunan ekonomi Madura.
Ketua Penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura Subairi Muzakki menjelaskan, proses penyusunan ini dilakukan secara ilmiah dan partisipatif. ”Kami melakukan penelitian kualitatif dan kuantitatif, turun langsung ke lapangan, mewawancarai petani, pemilik pabrik, pedagang, dan berbagai pemangku kepentingan,” terangnya.
Menurut Subairi Muzakki, tim riset Kamura telah menyelesaikan survei kepada ratusan petani di empat kabupaten, melakukan in-depth interview dengan pedagang dan tengkulak, Juga dengan para pelaku usaha rokok rakyat di Pulau Garam tersebut.
”Melalui penelitian ini, Kamura berupaya menghadirkan basis ilmiah dan moral bagi kebijakan pembangunan ekonomi Madura yang adil dan berkelanjutan, ketika tembakau diposisikan bukan sekadar komoditas fiskal, tetapi sebagai basis kemandirian, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan petani,” katanya.
Subairi Muzakki menjelaskan, keberadaan KEK Tembakau Madura mendapat sambutan hangat dari para kepala daerah. Setelah Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyatakan dukungannya, tiga kepala daerah lainnya di Pulau Garam juga kompak menyuarakan hal yang sama.
Menurut Subairi Muzakki, saat pihaknya melakukan audiensi, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menegaskan bahwa KEK tembakau adalah langkah penting untuk mengembalikan kebanggaan masyarakat terhadap pertanian tembakau. Selama ini tembakau seolah dipandang sebelah mata, padahal inilah nadi ekonomi Madura.
Jika KEK tembakau terbentuk, industri rakyat akan hidup, harga stabil, dan petani punya posisi tawar yang adil. Dukungan pemerintah pusat, terutama dalam kebijakan cukai dan investasi yang berpihak pada petani juga sangat penting. ”Jangan hanya industri besar yang menikmati keuntungan. Petani harus jadi subjek utama,” tegasnya.
Masih kata Subairi Muzakki, dukungan juga datang dari bupati Bangkalan. Inisiatif pembentukan KEK tembakau dinilai langkah strategis untuk memperkuat rantai industri dari hulu ke hilir. Dia menilai, pengembangan kawasan ini tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga membawa efek sosial positif bagi masyarakat Madura. ”Potensi sektor tembakau di Bangkalan sangat besar jika dikelola dengan pendekatan kawasan ekonomi khusus,” jelasnya.
Sementara Wakil Bupati Sampang H Ahmad Mahfudz, kata Subairi Muzakki, juga menyampaikan apresiasi atas riset Kamura. Sebab, bisa menjadi dasar inisiatif pembentukan KEK tembakau. ”Selama ini petani sering jadi pihak paling lemah dalam rantai niaga. Gagasan KEK tembakau membuka ruang bagi reformasi ekonomi rakyat di Madura,” ungkapnya. (sin/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti