Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Semalam di Madura: Nyala Budaya Tak Pernah Padam

Amin Basiri • Jumat, 7 November 2025 | 16:39 WIB
SEMARAK: Dr. KH. Kholilurrahman, S.H., M.Si membuka acara Semalam di Madura, di Taman Arek Lancor, Sabtu (1/11).
SEMARAK: Dr. KH. Kholilurrahman, S.H., M.Si membuka acara Semalam di Madura, di Taman Arek Lancor, Sabtu (1/11).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga dan melestarikan seni serta budaya khas Madura.

Salah satunya lewat pergelaran megah bertajuk Semalam di Madura yang digelar di Taman Arek Lancor pada Sabtu (1/11) malam.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi (Harjad) Ke-495 Kabupaten Pamekasan.

Beragam kekayaan seni dan budaya khas Pulau Garam disuguhkan untuk masyarakat.

Mulai dari makanan tradisional Madura yang dibagikan gratis hingga penampilan tari-tarian khas dari empat kabupaten se-Madura: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan R. Moh. Zahri, SSTP., M.Si., M.HP menuturkan bahwa kegiatan tersebut menjadi simbol semangat kebersamaan antarkabupaten di Madura.

"Pembangunan dan kemajuan daerah akan lebih kuat jika semua elemen di Madura bersatu dalam satu semangat dan identitas budaya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Dr. KH. Kholilurrahman, S.H., M.Si menyatakan, pergelaran Semalam di Madura tak sekadar hiburan.

Lebih dari itu, menjadi ruang ekspresi bagi seniman lokal, sekaligus ajang edukasi dan pelestarian budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat.

"Selain jadi hiburan edukatif, kegiatan ini juga wujud rasa syukur dan penghargaan terhadap kekayaan budaya Madura.

Harapan kami, generasi muda mampu membawa kemajuan tanpa meninggalkan akar budaya dan religiusitas yang menjadi ciri khas masyarakat Madura," pungkasnya. (lil/han)

Editor : Amin Basiri