PAMEKASAN, RadarMadura.id – Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Kabupaten Pamekasan melesat tajam tahun ini.
Berdasarkan hasil penilaian Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, nilai IMDI Kota Gerbang Salam 2025 mencapai 53,34.
Angka itu naik signifikan dibandingkan tahun lalu yang hanya 42,21.
Tak sekadar meningkat, capaian tersebut juga menempatkan Pamekasan sebagai kabupaten dengan skor IMDI tertinggi di Madura.
Bahkan, Pamekasan mampu mengungguli Kota Surabaya yang selama ini dikenal lebih maju di bidang digital.
Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pamekasan Taufikurrahman menyampaikan apresiasi kepada seluruh lapisan masyarakat atas kemajuan ini.
”Terima kasih kepada semua pihak. Kenaikan ini berkat kerja sama dan dukungan masyarakat. Semoga ke depan Pamekasan semakin maju dan adaptif terhadap perkembangan digital,” ujarnya kemarin (6/11).
Taufik menjelaskan, IMDI diukur melalui empat pilar utama: infrastruktur dan ekosistem, keterampilan digital, pekerjaan, dan pemberdayaan.
Untuk tahun ini, nilai masing-masing pilar yakni 66,27; 58,95; 47,07; dan 41
,60.
”Kenaikannya cukup signifikan, antara 4,27 hingga 19,58 poin di setiap pilar. Ini menunjukkan bahwa pendidikan digital yang kami gencarkan mulai membuahkan hasil,” tegasnya.
Peningkatan indeks tersebut menjadi fondasi kuat menuju terwujudnya Smart City Pamekasan.
Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (Aptika) Diskominfo Imam Wahyudi menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah strategis, termasuk transformasi dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju pemerintahan digital.
”Kami sudah mengajukan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang transformasi digital.
Saat ini sedang proses di biro hukum provinsi, dan akan masuk dalam prolegda agar bisa segera disahkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Arif Rachman Syah menambahkan, peningkatan IMDI juga tidak lepas dari upaya literasi digital yang terus digalakkan pemerintah daerah.
Melalui pelatihan dan program pemberdayaan masyarakat, diskominfo berusaha menanamkan pemahaman etika digital dan pemanfaatan teknologi informasi secara bijak.
”Semakin tinggi literasi digital masyarakat, semakin cepat pula proses menuju smart city.
Alhamdulillah, dari hasil pemetaan, literasi digital masyarakat Pamekasan kini bahkan lebih baik dibandingkan Surabaya,” pungkasnya. (lil/han)
Editor : Amin Basiri