PAMEKASAN, RadarMadura.id– Serapan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) di Kabupaten Pamekasan belum maksimal.
Hingga Agustus, realisasinya baru mencapai 41,56 persen (lihat grafis).
Kabag Perekonomian Setkab Pamekasan Bachtiar Effendy mengungkapkan, laporan terbaru realisasi DBHCHT saat ini masih dalam proses finalisasi.
Surat ke masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) pengelola DBHCHT sudah disiapkan dan tinggal menunggu pengesahan.
”Pastilah ada peningkatan serapan dari data per Agustus. Misalnya, bantuan dari dinsos dan DKPP sudah direalisasikan,” ujarnya kemarin (5/11).
Menurut Bachtiar, sebagian alokasi DBHCHT yang belum terserap lebih disebabkan oleh proses pencairan keuangan yang masih berjalan.
Sementara untuk program fisik, sejumlah kegiatan sudah dalam tahap penyelesaian.
”Sesuai surat yang akan dikirim ke masing-masing perangkat daerah, data realisasi paling lambat sudah masuk Senin (17/11),” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pamekasan Ismail meminta OPD pengelola DBHCHT agar segera memaksimalkan pelaksanaan program.
Mengingat tahun anggaran segera berakhir, seluruh program diharapkan bisa terserap secara optimal.
”Ini sudah menjelang akhir tahun. Harapan kami, seluruh anggaran yang bersumber dari DBHCHT bisa terserap seratus persen, supaya manfaatnya cepat dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (lil/han)
Editor : Amin Basiri