PAMEKASAN, RadarMadura.id– Kasus campak di Kabupaten Pamekasan masih tergolong tinggi.
Berdasarkan catatan dinas kesehatan (dinkes), tercatat 2.463 kasus di Bumi Gerbang Salam.
Perinciannya, 1.127 suspek, 209 positif, 1.099 sembuh, 12 meninggal, dan 16 masih dirawat.
Di sisi lain, cakupan Imunisasi Tambahan Serentak (ITAS) campak di Pamekasan belum mencapai target.
Hingga kini, realisasi ITAS baru mencapai 91,4 persen, padahal Kemenkes menetapkan cakupan minimal 95 persen dari sasaran.
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan, Avira Sulistyowati, menyebutkan, dari total sasaran 61.437 anak, baru 56.151 anak yang diimunisasi.
Artinya, masih ada sekitar 5.000 anak yang belum mendapatkan imunisasi.
"Petunjuk dari Kemenkes dan Dinkes Provinsi, karena ITAS ada batas waktunya, kami tetap harus melakukan imunisasi kejar,” ujar Avira.
Menurut perempuan berhijab itu, pelaksanaan imunisasi serentak tidak melihat apakah anak sudah pernah diimunisasi atau belum.
Semua anak wajib mendapatkan imunisasi. Sementara imunisasi kejar khusus untuk anak yang imunisasinya belum lengkap.
"Kami tetap melakukan upaya tersebut. Jadi imunisasi kejar ini tidak hanya untuk campak, tapi semua jenis imunisasi,” tegasnya.
Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Mohammad Saedy Romli, meminta Dinkes untuk memaksimalkan imunisasi kejar di semua wilayah.
Tujuannya, agar terbentuk herd immunity dan kasus campak di Pamekasan bisa cepat menurun.
"Semua elemen dan stakeholder harus dilibatkan.
Supaya semua anak di Pamekasan memperoleh imunisasi dengan baik,” pungkasnya. (lil/han)
Editor : Amin Basiri