MBG lil
PAMEKASAN, RadarMadura.id - Standar kebersihan dan sanitasi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang beroperasi di Kabupaten Pamekasan patut dipertanyakan.
Indikasinya masih terdapat puluhan dapur yang beroperasi tanpa mengantongi sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).
Koordinator Wilayah (Korwil) MBG Pamekasan Hariyanto Rahmansyah Tri Arif menyebut ada 61 dapur yang aktif mendistribusikan makan bergizi gratis (MBG) di Bumi Gerbang Salam.
Dari jumlah tersebut, baru 26 SPPG yang memiliki SLHS. Artinya, ada 35 dapur yang belum memenuhi standar higienis dan sanitasi.
”Bukan tanpa SLHS, tapi SLHS-nya masih diproses, kata Rahmansyah Tri Arif kemarin (4/11).
Dia mengeklaim, SLHS baru bisa diproses ketika dapur sudah berjalan.
Sebab, ada tahapan yang harus dilakukan. Mulai dari izin kelayakan lingkungan dapur, cek air, cek sampel makanan, dan pelatihan keamanan pangan.
Setelah semua lengkap dan lulus uji, baru dinas kesehatan (dinkes) menerbitkan SLHS.
”Memang harus sudah berjalan, karena harus ada sampel makanan yang diambil untuk diuji, terangnya.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Pamekasan Achmad Syamlan mengaku jumlah dapur yang mengajukan dokumen SLHS sebanyak 63 SPPG.
Dari jumlah tersebut, 26 sudah terbit dan sisanya masih dalam proses.
Baik inspeksi kesehatan lingkungan (IKL), pengambilan sampel maupun bimtek penjamah keamanan pangan (PKP).
”Dinkes yang mengeluarkan SLHS. Prosesnya, SPPG mengajukan permohonan. Kemudian dinkes melakukan IKL, pengambilan sampel dan bimtek PKP sesuai jadwal pengajuan, pungkasnya. (lil/han)
Editor : Amin Basiri