PAMEKASAN, RadarMadura.id – Jumlah perusahaan rokok (PR) di Kabupaten Pamekasan setiap tahun bertambah. Sejak 2021, industri tembakau tumbuh subur di Bumi Pamelingan.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pamekasan mencatat terdapat 364 PR yang sudah mengantongi izin usaha industri. Tak hanya menopang sektor industri, PR tersebut mampu menyerap tembakau petani.
Kepala DPMPTSP Pamekasan Taufikurrachman menyebut, 364 perusahaan rokok telah mengantongi izin usaha industri sejak 2021 hingga pertengahan 2025.
Perinciannya, 244 perusahaan merupakan industri sigaret kretek tangan (SKT), 95 sigaret kretek mesin (SKM), 18 industri rokok putih, dan 7 lainnya termasuk kategori industri rokok lain-lain.
”Persebaran industrinya hampir merata di setiap kecamatan, tapi konsentrasi terbesar masih di wilayah selatan,” ujarnya.
Secara sebaran, Kecamatan Larangan menjadi wilayah terbanyak dengan 121 perusahaan. Disusul Pademawu 34 PR, Palengaan 27 PR, Pegantenan 23 PR, dan Galis 22 PR.
Di Kecamatan Pamekasan terdapat 20 PR, Proppo 19 PR, Pakong 19 PR, Waru 17 PR, Tlanakan 11 PR, Batumarmar 11 PR, dan Pasean 9 PR.
Taufik menegaskan bahwa data tersebut mencakup izin usaha industri yang diterbitkan DPMPTSP Pamekasan.
”Kami hanya berwenang mengeluarkan izin usaha. Untuk izin pita cukai, itu kewenangan dari Bea Cukai,” tambahnya.
Dia menilai, perkembangan industri rokok membawa efek domino terhadap sektor pertanian. Banyak perusahaan yang selama ini menyerap tembakau lokal sebagai bahan baku utama. Jika industri terus tumbuh, otomatis petani juga diuntungkan karena ada kepastian pasar.
Kondisi itu sejalan dengan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan. Ada peningkatan signifikan pada luas lahan tembakau dalam dua tahun terakhir.
Tahun ini, total luas tanam tembakau mencapai 31.498 hektare, terdiri atas 9.013 hektare tembakau sawah, 19.045 hektare tegal, dan 3.440 hektare gunung. Dari lahan itu, produksi tembakau diperkirakan mencapai 24.477 ton. Yakni, terdiri atas 6.441 ton sawah, 15.734 ton tegal, dan 2.301 ton gunung.
Luas lahan tembakau itu naik dibanding tahun lalu yang hanya 31.183 hektare. Bahkan, jauh di atas total lahan yang ditanam pada 2023, yakni seluas 22.289 hektare.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKPP Pamekasan Indah Kurnia Sulistiorini menilai tren peningkatan luas tanam tembakau sebagai sinyal positif bagi sektor pertanian daerah.
Menurut dia, semangat petani menanam tembakau tetap tinggi, meski sempat diguyur hujan di awal musim tanam. Itu menjadi bukti bahwa kepercayaan terhadap komoditas tembakau masih kuat.
Dengan tumbuhnya industri rokok dan meningkatnya produksi tembakau, Pamekasan memiliki peluang besar untuk memperkuat rantai ekonomi tembakau secara lokal.
”Jika hubungan antara perusahaan dan petani terjalin baik, potensi nilai tambahnya bisa berlipat,” tukasnya. (afg/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti