PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kasus dugaan keracunan makanan program makan bergizi gratis (MBG) kembali mencoreng pelaksanaan program unggulan pemerintah pusat. Setelah Tlanakan dan Pegantenan, kini sembilan siswa SDN Toronan 1, Kecamatan Pamekasan, tumbang usai menyantap menu MBG, Rabu (15/10).
Mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Kowel. Tiga siswa sempat dirawat di ruang observasi. Sementara enam lainnya menjalani rawat jalan. Seluruhnya mengalami gejala mual dan sakit perut. Beruntung, kondisi mereka berangsur membaik setelah mendapat perawatan medis.
Dokter Puskesmas Kowel Fadiah Ulfa Khairina membenarkan kejadian tersebut. Namun, dia enggan berspekulasi soal penyebab pasti gejala yang dialami siswa. Sebaliknya, dia meminta agar menunggu hasil penyelidikan.
”Silakan menunggu hasil laboratorium. Kami belum bisa memastikan apakah karena makanan,” katanya. Dokter perempuan itu juga memastikan bahwa korban sudah dalam kondisi yang baik. Sehingga, mereka diperbolehkan untuk rawat jalan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Saifuddin mengaku telah menurunkan tim investigasi. Sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan juga telah diamankan untuk diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.
Menurut dia, hasil uji laboratorium tidak bisa dilakukan secara instan. Yakni, butuh waktu sekitar sepekan. Saifudin menegaskan, sejauh ini kasus di SDN Toronan I itu masih berstatus dugaan. Pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan bahwa keracunan berasal dari MBG.
Namun, dari penelusuran awal, Dinkes Pamekasan menemukan indikasi bahwa proses penyimpanan dan distribusi makanan tidak sesuai tenggat waktu ideal. ”Masa siap dan masa distribusi tampaknya terlalu lama. Itu bisa menjadi salah satu faktor,” ungkap Saifuddin.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nyalabuh Daya Vicky Handika belum bisa dimintai keterangan. Upaya konfirmasi mengenai dugaan kasus keracunan sembilan siswa SDN Toronan 1 itu tidak membuahkan hasil hingga pukul 14.00 Kamis (16/10). (afg/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti