PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dosen UTM beserta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Bina Desa tahun 2025 menggelar pelatihan pembuatan jamu ala kafe dan literasi halal bagi ibu-ibu PKK Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Minggu (12/10). Acara yang digelar di kediaman kepala Desa Kertagena Tengah itu dimulai pukul 08.00 hingga 11.30.
Pelatihan kali ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada ibu-ibu PKK dalam mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Terutama melalui inovasi jamu kekinian berbasis bahan alami. Seperti daun kelor, cabai jawa, dan rempah-rempah lokal.
Selain praktik pembuatan jamu ala kafe, kegiatan ini juga menghadirkan sesi penyuluhan mengenai proses legalitas halal produk. Tujuannya, untuk meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya aspek keamanan dan legalitas dalam pengembangan usaha.
Suto selaku kepala Desa Kertagena Tengah mengapresiasi kegiatan tersebut. Dia menilai, pelatihan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi perempuan desa.
”Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Sebab, bisa membuka wawasan ibu-ibu PKK untuk mengembangkan produk jamu lokal agar lebih menarik dan bernilai jual. Acara ini juga bersinergi dengan program yang digagas pemerintah desa, yaitu pengembangan tanaman obat keluarga (toga),” ujarnya.
Sementara itu, Askur Rahman selaku ketua Tim Pengabdian Masyarakat, menjelaskan, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis. Tapi, juga pada inovasi dan literasi halal. Event ini juga sebagai bentuk komitmen UTM berdampak kepada masyarakat pedesaan.
”Kita ingin jamu tidak lagi dipandang sebagai minuman kuno, melainkan sebagai gaya hidup sehat yang modern dan kekinian. Dengan sentuhan kreatif, produk lokal bisa menjadi unggulan desa,” tegasnya.
Sundirah selaku ketua PKK Desa Kertagena Tengah berharap pelatihan pembuatan jamu ala kafe tersebut menjadikan SDM perempuan Desa Kertagena Tengah semakin kreatif dan produktif.
”Misalnya mengkreasikan jamu herbal menjadi jamu ala kafe yang kekinian,” ucapnya.
Halimatus Sa’diyah, salah satu peserta berpendapat, pelatihan ini sangat bermanfaat. Utamanya, bagi mereka yang baru belajar membuat jamu modern ala kafe.
”Pengalaman ini memberikan pengetahuan baru bagi saya. Saya yakin, jamu ala kafe ini akan lebih diterima oleh semua golongan,” tandasnya. (yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti