Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

DPRKP Pamekasan Sebut Belasan Proyek Drainase Terancam Batal Digelar, Ini Sebabnya

Hera Marylia Damayanti • Selasa, 14 Oktober 2025 | 15:35 WIB
TERIK: Tukang mengerjakan drainase di Kelurahan Patemon, Kecamatan Kota Pamekasan, Senin (6/10). (AYU LATIFAH/JPRM)
TERIK: Tukang mengerjakan drainase di Kelurahan Patemon, Kecamatan Kota Pamekasan, Senin (6/10). (AYU LATIFAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Belasan proyek drainase yang melekat di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pamekasan terancam tidak terealisasi tahun ini. Alasannya, gagal lelang.

Kabid Kawasan Permukiman Sanitasi dan Air Bersih DPRKP Pamekasan Andriyani Daryanti menjelaskan, proyek drainase yang melekat di lembaganya terdiri dari pembangunan dan peningkatan. Totalnya ada 53 paket.

Pengerjaannya dibagi dua tahap. Penandatanganan surat perintah kerja (SPK) tahap pertama dilaksanakan mulai Jumat (8/8). Sedangkan SPK tahap kedua digelar Jumat (12/9). Total ada 36 paket proyek yang diterbitkan SPK-nya.

Perinciannya, 28 paket di tahap pertama dan 8 paket di tahap kedua. Dengan demikian, terdapat 17 proyek drainase yang gagal kontrak dalam pemilihan rekanan. Alasannya, rekanan tidak memenuhi kualifikasi penunjukan.

Lokasi pengerjaan belasan proyek yang gagal tender rencananya akan diubah. Maka, harus melalui proses perubahan anggaran keuangan (PAK). Tidak bisa langsung diretender.

”Sisanya (yang belum dilaksanakan) ingin diubah lokasi pekerjaannya. Tapi, masih harus menunggu PAK,” jelasnya.

Andriyani Daryanti pesimistis belasan paket proyek tersebut dapat terealisasi tahun ini. Sebab, waktu pengerjaannya relatif mepet. Sementara jika dipaksanakan berisiko tidak tuntas tepat waktu.

”Insyaallah tidak digelar, karena waktu pelaksanaan mepet,” sambungnya.

Kabag Pengadaan Barjas Setkab Pamekasan Mohammad Bahtiar Eko Firmansyah tidak banyak berkomentar saat dikonfirmasi tentang belasan paket proyek drianase yang gagal tender tersebut. Dia beralasan tengah sakit.

”Hari ini saya tidak masuk karena sakit. Masalah itu silakan hubungi OPD terkait karena itu pengadaan langsung, dan OPD terkait yang melakukan proses pemilihannya,” katanya. (ay/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#paket proyek #Gagal Lelang #DPRKP Pamekasan #Proyek Drainase