SUMENEP, RadarMadura.id– Anggaran makanan dan minuman (mamin) rapat yang melekat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan fantastis.
Nilainya mencapai Rp 2,1 miliar. Sementara pemerintah kerap berdalih keterbatasan anggaran untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat.
Kepala Dinkes Pamekasan Saifuddin tidak menampik belanja rapat mamin memang besar.
Namun, dia memilih irit bicara saat dikonfirmasi tentang dana jumbo tersebut. ”Silakan hubungi bagian perencanaan,” ujarnya.
Dana miliaran itu berasal dari berbagai sumber anggaran. Antara lain dari DAU, BK provinsi, DAK, dana pajak rokok.
Pengadaan mamin rapat tersebut dipecah untuk 46 kegiatan.
Seperti mamin promosi kesehatan, pengelolaan sistem gawat darurat terpadu, dan rapat akreditasi puskesmas.
”Sumber belanja kami juga ada dari DBHCHT. Tapi, difokuskan untuk membayar iuran, tidak ada untuk mamin, khusus pembayaran saja,” sambung Perencana Ahli Muda atau Kasubbag Perencanaan dan Evaluasi Dinkes Pamekasan Nur Imama.
Imama memaparkan bahwa belanja mamin disesuaikan dengan sub kegiatan rapat. Pemanfaatannya diklaim untuk beberapa kegiatan rapat selama satu tahun.
Meskipun belanja mamin anggaran itu tercatat dalam satu kode rencana umum pengadaan (RUP).
”Itu tidak untuk sekali belanja, tapi untuk beberapa kegaitan rapat hingga Desember,” katanya.
Baca Juga: Polsek Pegantenan Amankan Sisa Menu MBG
Ketua PC PMII Pamekasan Homaidi menyampaikan anggaran fantastis tersebut dinilai tidak logis.
Terlebih, jika hanya diperuntukkan untuk kegiatan rapat yang sifatnya seremonial yang tujuannya untuk peningkatan kesehatan.
Sementara, kasus campak yang ada di Pamekasan makin marak terjadi dan jumlah kematiannya terus bertambah.
”Hal itu menunjukkan dinkes hanya menghambur-hamburkan uang negara untuk urusan perut secara cuma-cuma.
Sementara penanganan kesehatan progreshnya semakin buruk atau terkesan lalai dalam penanganan kasus campak yang saat ini Pamekasan menduduki urutan kematian terbesar nomor dua Se-Jawa Timur,” tandasnya. (ay/jup)
Editor : Amin Basiri