PAMEKASAN, RadarMadura.id – Siswa SDN Pasanggar 1, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, diduga keracunan usai mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG). Kasus ini masih ditangani Polsek Pegantenan. Bahkan, polisi sudah mengamankan sisa makanan yang sempat dikonsumsi siswa.
Kapolsek Pegantenan Iptu Heri Siswanto memastikan pihaknya berhasil mengamankan sisa menu MBG yang sempat dipersoalkan. Menurut dia, anggotanya bergerak cepat untuk mencari sisa makanan tersebut.
Temuan itu menepis kabar sebelumnya yang menyebut semua makanan habis. Sampel kini diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, Heri menegaskan kasus ini belum dinaikkan ke tahap penyidikan.
”Jadi, untuk saat ini belum dilanjutkan ke penyidikan,” tutur perwira pertama (pama) Polri dengan pangkat dua balok emas di pundaknya itu Minggu (21/9).
Sejumlah siswa yang sempat muntah juga sudah beraktivitas seperti biasa. Siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) tanpa gejala lanjutan. ”Sementara untuk perkembangan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan (nakes) dan kondisi siswa baik-baik saja,” ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, delapan siswa SDN Pasanggar 1 dilaporkan sakit usai menyantap menu MBG. Menu yang dikonsumsi berupa nasi putih, telur mata sapi, tempe, dan susu kotak kecil.
Masalah ini masih jadi perbincangan di tengah masyarakat. Wali murid, pihak sekolah, hingga aparat kepolisian punya versi masing-masing soal jumlah siswa yang sakit. Pihak sekolah menyebut hanya empat siswa yang muntah. Tiga di antaranya ikut muntah karena faktor psikologis setelah melihat temannya lebih dulu muntah. (afg/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti