PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja (Diskop UKM Naker) Pamekasan dibebankan target pendapatan asli daerah (PAD). Namun, realisasinya sangat minim, yakni hanya lima persen dari target Rp 50 juta.
Kepala Diskop UKM Naker Pamekasan Muttaqin menyampaikan, pendapatan di instansinya bersumber dari bunga hasil pinjaman modal. Namun, pinjaman modal bagi UMKM tersebut sangat rendah. ”Iya, sangat rendah, baru mencapai 5,3 persen,” katanya Kamis (18/9).
Dijelaskan, target suku bunga pinjaman modal tahun ini sebesar Rp 50 juta. Hingga Agustus, baru tercapai Rp 2,6 juta atau 5,3 persen.
”Itu karena UMKM memilih pinjaman dengan suku bunga yang lebih rendah pada Prokesra (Program Kredit Sejahtera),” tambahnya.
Menurut Muttaqin, pemkab telah menyediakan dua program untuk membantu UMKM. Yakni, program pinjaman modal kepada wirausaha usaha baru (WUB) bebas bunga. Serta, program mudah untuk UMKM yang dengan bunga enam persen.
”Itu sudah paling murah. Sementara di Prokesra bunganya tiga persen setelah mendapatkan subsidi dari pemerintah provinsi,” ungkapnya.
Untuk sementara waktu, instansinya tidak bisa bertindak banyak. Sebab, anggaran sedang tidak optimal. Pihaknya pesimistis target ini bisa terealisasi seperti tahun lalu, yakni hanya Rp 26,8 juta.
”Tentu tidak akan tercapai lagi. Kalau kita meniru strategi BPR Jatim Pemkab harus mengeluarkan uang subsidi,” paparnya.
Salah satu pelaku usaha Desa Montok, Kecamatan Larangan, Yuyun Aini menyampaikan, memang tidak tertarik untuk meminjam permodalan. Sebab, beban bunga dinilai cukup memberatkan.
”Dulu pernah meminjam ke swasta tapi bunganya sangat besar. Jadi setelah itu tidak tertarik meminjam modal lagi,” tandasnya. (ay/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti