PAMEKASAN, RadarMadura.id – TK Al Falah Tlanakan masih trauma dengan kejadian yang menimpa belasan siswanya. Mereka mengalami keracunan diduga setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) dari SPPG Larangan Tokol. Karena itu, sekolah menolak menerima makanan dari dapur tersebut.
Awalnya, tidak ada masalah pada hari pertama pendistribusian MBG pada Senin (8/9). Keesokan harinya pada Selasa (9/9), 12 siswa mengeluh pusing, muntah, dan demam. Bahkan, beberapa guru dan siswa SMK Ma’arif 1 Pamekasan yang berada satu yayasan juga ikut terdampak.
Para korban langsung dilarikan ke Puskesmas Tlanakan. Karena penuh, sejumlah siswa lainnya dirujuk ke RSUD dr H Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan. Tiga di antaranya telah diizinkan untuk kembali ke rumah.
Guru TK Al Falah Tlanakan Millatul Karimah mengaku trauma atas insiden tersebut. Pihak sekolah menegaskan tidak akan lagi menerima MBG dari dapur SPPG Al Falah Desa Larangan Tokol.
”Kami menunggu distribusi pada jadwal berikutnya dengan syarat dapur pengolah memiliki standar kebersihan dan gizi lebih baik. Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Keselamatan anak-anak lebih utama,” ungkapnya.
Terpisah, Pengelola SPPG Larangan Tokol Syaiful Arif menghormati keputusan sekolah. Dia menyebut bahwa peristiwa keracunan massal belasan siswa tersebut akan menjadi pelajaran penting.
”Secara data, penerima manfaat seharusnya SMK, bukan TK. Tapi, kami tetap merasa bertanggung jawab secara moral. Ini jadi momentum untuk memperbaiki kualitas pelayanan,” sambungnya. (afg/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti