PAMEKASAN, RadarMadura.id – BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan upaya promotif dan preventif. Masyarakat diingatkan agar tidak hanya mengandalkan layanan ketika sakit, tetapi juga mampu mencegah penyakit sejak dini.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Nuzuludin Hasan, menegaskan bahwa Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak hanya hadir sebagai penjamin pembiayaan. Program ini juga menekankan pentingnya pencegahan penyakit.
“Kita harus perkuat di hulu yaitu promotif dan preventif. Hal ini sejalan dengan program pemerintah, memperkuat dari sisi promotif dan preventif dengan memperkuat peran dari FKTP seperti Prolanis, penyuluhan gaya hidup sehat, kegiatan yang sifatnya menyehatkan, hingga senam bersama. Sehat itu lebih baik daripada sakit, dan mencegah lebih baik daripada mengobati,” ujar Nuzul, Rabu (3/9).
Ia menjelaskan, Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan peserta JKN. Salah satunya melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).
Baca Juga: BPJS Kesehatan Pamekasan Optimalkan Telekolekting, Peserta JKN Diingatkan Bayar Iuran Tepat Waktu
“Prolanis dapat dimanfaatkan peserta JKN yang menderita penyakit hipertensi maupun diabetes. Program ini bertujuan membantu peserta mengontrol penyakitnya agar tetap stabil dan tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius,” jelas Nuzul.
Selain Prolanis, peserta JKN juga bisa memanfaatkan penyuluhan kesehatan di FKTP. Edukasi ini mencakup pola makan bergizi, olahraga teratur, hingga pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular.
“Untuk masyarakat, mari bersama-sama memperkuat dari sisi promotif dan preventif. Kita ikuti pola hidup sehat, makan makanan bergizi, rajin berolahraga dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dengan skrining riwayat kesehatan. Skrining ini bahkan dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN sehingga semakin mudah diakses oleh peserta,” katanya.
Menurutnya, skrining kesehatan menjadi langkah penting untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini. Hasil skrining membantu masyarakat mengambil tindakan tepat agar penyakit tidak berkembang lebih parah.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Goes to Campus di UTM, Perkuat Literasi Jaminan Sosial Kesehatan
“Melalui skrining riwayat kesehatan, kita bisa mendeteksi kemungkinan adanya penyakit seperti diabetes, hipertensi, jantung, atau gangguan ginjal. Deteksi dini inilah yang membantu masyarakat menjaga kesehatan agar tidak sampai harus menjalani pengobatan yang lebih kompleks di rumah sakit,” terang Nuzul.
Ia menambahkan, pola hidup sehat tidak hanya sebatas olahraga. Disiplin menjaga pola tidur, mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dan garam, serta menjauhi rokok juga penting dilakukan.
“Kami selalu mengajak masyarakat untuk sadar bahwa pencegahan itu jauh lebih baik dan lebih murah daripada pengobatan. Pola hidup sehat yang kita jalani sekarang akan berdampak besar pada kualitas hidup kita di masa depan,” tegasnya.
Sementara itu, Amilia Hanisa (23), peserta JKN asal Pamekasan, rutin memanfaatkan layanan promotif dan preventif. Ia setiap tahun melakukan skrining riwayat kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN.
Baca Juga: Bupati Sampang Buka Konferensi PGRI, Ajak Guru Tingkatkan Kinerja untuk Pendidikan Berkualitas
“Saya rutin skrining riwayat kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN, karena sangat membantu sekali untuk mengetahui lebih dini potensi penyakit yang saya alami. Selain rutin skrining riwayat kesehatan, saya juga suka berolahraga agar tubuh tetap sehat,” kata Amel.
Amel menambahkan, aplikasi Mobile JKN sangat praktis digunakan kapan saja dan di mana saja. Ia pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan promotif dan preventif ini.
“Saya harap masyarakat semakin sadar bahwa pentingnya menjaga kesehatan. Pola hidup sehat juga perlu dipelihara dan juga harus rutin melakukan pemeriksaan seperti cek skrining riwayat kesehatan,” tutup Amel. (*/dry)