PAMEKASAN, RadarMadura.id – Suasana Mapolres Pamekasan berubah riuh pada Sabtu (30/8). Ratusan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan menuntut keadilan atas meninggalnya driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan pasca dilindas kendaraan taktis (rantis) barracuda milik polisi.
Massa menyampaikan tiga tuntutan dalam aksi yang digelar di depan Mapolres Pemekasan tersebut. Mereka mendesak Polri meminta maaf atas tindak represif yang dilakukan aparat terhadap massa aksi di berbagai daerah.
Mereka juga mendesak Kapolres Pamekasan agar menyuarakan pencopotan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.
Massa aksi juga meminta agar penanganan perkara yang menyebabkan meninggalnya Affan Kurniawan diusut secara transparan. Tiga tuntutan itu ditulis di selembar kertas perjanjian.
Massa meminta agar Kapolres Pamekasan AKBP Hendra Eko Triyulianto menandatangani permintaan aktivis HMI Pamekasan sebagai bukti keseriusan Polri dalam menangani kasus.
Namun, Hendra menolak. Dia menegaskan tidak memiliki wewenang lantaran hanya pejabat daerah yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Penolakan tersebut membuat emosi massa meledak.
Orasi berubah semakin lantang. Barisan mahasiswa mendorong aparat yang berjejer rapi. Sementara sebagian massa membakar ban hingga asap hitam mengepul di depan Mapolres Pamekasan.
Polisi berusaha menahan barisan, tapi kericuhan tak terelakkan. Di tengah situasi memanas, Subhal Jamil menegaskan HMI tidak akan berhenti. Dia berjanji akan kembali melakukan aksi demonstrasi di Polres Pamekasan dengan massa lebih banyak.
”Penegakan hukum terhadap tujuh oknum polisi harus transparan. Kami pastikan akan kembali turun dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegasnya.
Setelah lima jam bertahan di Mapolres Pamekasan, massa akhirnya melunak. Massa aksi kemudian melakukan doa bersama untuk almarhum Affan Kurniawan. Lalu, massa membubarkan diri dengan tertib.
Sehari sebelumnya, puluhan komunitas driver ojek online di Pamekasan menggelar aksi solidaritas di Monumen Arek Lancor Pamekasan.
Mereka kompak menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Affan sekaligus mendesak agar institusi Polri menindaklanjuti kasus tersebut secara adil dan transparan. (afg/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti