Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Luapkan Amarah, Warga Dusun Pokapoh, Larangan Badung, Pasang Spanduk Bertuliskan Sindiran Keras

Hera Marylia Damayanti • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 14:15 WIB
PROTES: Warga berjalan di dekat spanduk bertulis sindiran yang dipasang di Dusun Pokapoh, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Kamis (21/8). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
PROTES: Warga berjalan di dekat spanduk bertulis sindiran yang dipasang di Dusun Pokapoh, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Kamis (21/8). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Protes dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya melalui pemasangan spanduk bertuliskan sindiran. Seperti yang dilakukan warga Dusun Pokapoh, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan.

Warga yang beraktivitas di Dusun Pokapoh, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, pasti menjumpai pemandangan tidak biasa. Yaitu, terpasangnya spanduk berukuran cukup besar di ruas jalan desa setempat.

Spanduk yang diikat menggunakan tali rafia tersebut bertuliskan ”Desa Paling Aman Se-Dunia”. Ternyata, tulisan itu bukanlah apresiasi, melainkan protes lantaran kerap terjadi pencurian di wilayah tersebut.

Salah satu korbannya adalah Ahsin. Kendaraan bermotor berupa Mio GT miliknya raib digondol maling, Minggu (10/8). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.30, saat sebagian besar warga tertidur pulas.

Tidak ada suara bising yang terdengar saat peristiwa apes itu terjadi. Hanya bayangan samar yang mendekati pekarangan rumah Ahsin. Dalam hitungan menit, kendaraan itu lenyap bersama gelapnya malam.

Beberapa warga sekitar sempat melihat dua pemuda duduk nongkrong tidak jauh dari rumah Ahsin. Namun, warga  tak menaruh curiga atas hal itu. Baru setelah Ahsin kehilangan motor, ingatan tentang keberadaan dua pemuda mencurigakan kembali muncul dan diperbincangkan oleh tetangga.

Ahsin baru sadar kendaraannya hilang setelah terbangun dari tidurnya sekitar pukul 03.00 untuk menunaikan salat malam. Saat membuka pintu rumah, pandangannya langsung kosong alias bingung, karena motor kesayangan sudah tidak ada.

”Anak-anak pekerja rokok katanya sempat melihat dua orang yang duduk di dekat rumah. Mereka tidak tahu (dua orang yang nongkrong, Red). Mereka mengira memang keluarga sini. Saya sudah ke kepala dusun, kepala desa, dan ke polisi,” kata Ahsin pada Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Kamis (21/8).

Penderitaan yang dialami Ahsin bukan sekadar persoalan kehilangan kendaraan. Tetapi, pasca kejadian itu, Ahsin menjadi kesulitan untuk melaksanakan aktivitas seperti biasanya. Yakni, mengabdi di salah satu pesantren di Bumi Gerbang Salam.

Insiden pencurian yang terjadi Dusun Pokapoh, Desa Larangan Badung, itu ternyata tidak hanya dialami Ahsin. Beberapa warga juga mengalami nasib serupa. Motor-motor mereka raib di malam hari. Seolah-olah si maling sudah hafal betul kapan warga lengah.

Keresahan warga pun memuncak. Sebagai bentuk protes, warga memasang spanduk bertuliskan sindiran keras dengan tulisan ”Kampung Maling”. Banner itu terpampang di jalan Dusun Pokapoh, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan. Itu seakan menjadi penanda muram bagi siapa saja yang melintas.

Baca Juga: PELUANG EMAS! Ini Daftar 10 Instansi Pusat yang Sepi Peminat di Seleksi CPNS, Peluang Lolos Lebih Besar!

Meski akhirnya diturunkan, amarah warga belum padam. Tak lama kemudian, muncul spanduk baru dengan kalimat yang lebih pedas, yakni Desa Paling Aman Se-Dunia (Termasuk, Aman bagi Maling-Maling untuk Mencuri dan Dijamin Tidak Akan Tertangkap !!!!). Sindiran itu bukan sekadar tulisan, tapi teriakan hati masyarakat yang sudah terlalu sering dirampas ketenangannya.

Malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat, kini justru bisa menghadirkan ketakutan. Warga tidur dengan rasa waswas karena khawatir barang berharganya raib diambil tangan-tangan usil. Masyarakat harus lebih berhati-hati agar kejadian serupa tak terulang di rumah-rumah yang mereka tempati.

Di tengah keresahan itu, Ahsin hanya bisa pasrah. Dia berharap, motor yang menjadi tumpuan aktivitas sehari-hari itu bisa kembali, atau paling tidak, tidak ada lagi tetangga yang merasakan kehilangan serupa. ”Kalau bisa, tolong pelakunya segera ditangkap. Jangan sampai ada korban berikutnya,” tukasnya. (afg/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#sindiran #kehilangan motor #pencurian #Dusun Pokapoh #spanduk