PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan menyelenggarakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan berlangsung di halaman kantor setempat dengan penuh khidmat, diikuti oleh pejabat struktural, pegawai, serta perwakilan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Imigrasi Pamekasan.
Upacara ini menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran Kanim Pamekasan untuk meneguhkan semangat nasionalisme dan pengabdian. Jalannya upacara dimulai dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama oleh seluruh peserta.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan Ahmad Muttaqin bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kum-HAM-Imipas), Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra.
Dalam amanatnya, Menko Kum-HAM-Imipas menekankan bahwa kemerdekaan bukan hanya sebuah warisan, melainkan amanah yang harus dijaga dan diperjuangkan. “Kemerdekaan adalah hasil perjuangan panjang para pahlawan bangsa. Tugas kita adalah menjaga, menghidupkan, serta mewariskan dalam kondisi yang lebih baik kepada generasi mendatang,” terangnya.
Peringatan HUT ke-80 RI tahun ini mengusung tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.” Menurut Yusril, tema ini sejalan dengan empat bidang utama yang menjadi fokus jajaran Kemenkumham, yakni penegakan hukum yang adil, perlindungan hak asasi manusia, pelayanan keimigrasian yang berkualitas, serta pemasyarakatan yang manusiawi.
Ia juga mengutip pesan Jenderal Sudirman yang menyatakan bahwa tempat terbaik seorang pemimpin adalah berada di tengah-tengah rakyat dan anak buahnya. Pesan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran Kemenkumham, termasuk di lingkungan Kantor Imigrasi Pamekasan.
Selain itu, amanat tersebut juga menekankan pentingnya penguatan integritas, profesionalitas, serta transparansi dalam pelayanan publik. Hal ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang terus digalakkan pemerintah, khususnya di sektor pelayanan imigrasi.
Suasana upacara berjalan tertib dan penuh khidmat. Setelah pengibaran bendera, acara dilanjutkan dengan pembacaan teks Proklamasi serta hening cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa. Para peserta tampak khusyuk dan penuh penghormatan selama prosesi berlangsung.
Kepala Kantor Imigrasi Pamekasan dalam kesempatan tersebut juga menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Momentum kemerdekaan ini menjadi pengingat bagi kita semua agar bekerja dengan hati, mengedepankan profesionalitas, dan menjadikan semangat nasionalisme sebagai dasar pengabdian,” ujar Muttaqin.
Baca Juga: Handak Merujuk Pasien, Ambulance Terlibat Laka Beruntun, Pengendara Motor Meninggal di TKP
Sebagai wujud syukur, usai upacara dilaksanakan acara tumpengan dan doa bersama. Acara syukuran ini diikuti dengan penuh kebersamaan oleh seluruh pegawai dan Dharma Wanita Persatuan, menandai semangat persatuan dalam lingkungan kerja.
Menurut panitia, kegiatan syukuran tidak hanya sebagai bentuk rasa syukur, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antarpegawai. “Melalui momen ini, kami ingin semakin solid dan kompak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelas salah satu pejabat yang hadir.
Peringatan HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI di Kantor Imigrasi Pamekasan juga menjadi ajang refleksi, khususnya bagi para pegawai, untuk menilai sejauh mana kontribusi mereka dalam mengisi kemerdekaan melalui karya nyata.
Dengan pelayanan yang semakin cepat, transparan, dan humanis, Kantor Imigrasi Pamekasan berharap dapat berperan lebih besar dalam menjaga kedaulatan bangsa. Hal ini terutama melalui fungsi pengawasan keimigrasian, serta layanan dokumen perjalanan dan izin tinggal bagi warga negara asing.
Para pegawai diingatkan bahwa setiap tugas yang dijalankan, baik di bidang pelayanan paspor, visa, maupun pengawasan, merupakan bagian penting dalam menjaga martabat dan kedaulatan negara. Sehingga, nilai kemerdekaan harus tercermin dalam setiap langkah pelayanan publik. (dry)