PAMEKASAN, RadarMadura.id – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Pamekasan untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) perlu ditingkatkan. Sebab, sampai saat ini AKI dan AKB di Kota Gergang cukup tinggi.
Indikasinya, jumlah AKI mencapai 88,64 persen dari 1.000 angka kelahiran. Sedangkan AKB 4,9 persen dari 100.000 total kelahiran. Angka itu diungkapkan Kepala Dinkes (Dinkes) Pamekasan Saifudin.
Di balik tingginya AKI dan AKB, Pemkab Pamekasan mengeklaim telah berusaha secara maksimal.
Yakni, dengan menggerakkan tenaga puskesmas beserta tenaga kesehatan lainnya untuk memastikan ibu melahirkan dalam kondisi aman.
Sedangkan bayi yang lahir mendapat perawatan yang baik. ”Kondisi seperti ini tidak bisa dianggap sepele. Kami tidak ingin ada lagi ibu dan bayi yang kehilangan nyawanya.
Tentunya, kami akan memaksimalkan upaya-upaya agar ibu dan anak bisa mendapatkan layanan yang terbaik,” ucap Saifudin, Selasa (12/8).
Untuk menekan AKI dan AKB, Dinkes Pamekasan mengandalkan empat strategi utama.
Salah satunya dengan melakukan pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan. Seperti alat ultrasonografi (USG).
Kemudian, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dengan program pelatihan. Fasilitas itu diharapkan mampu mendeteksi dini kasus kehamilan yang berisiko tinggi.
Baca Juga: Perum Bulog Madura Klaim Program Gerakan Pangan Murah Bisa Tekan Inflasi
Kedua, dengan pembentukan klaster penurunan angka kematian ibu dan bayi. Sehingga, wilayah-wilayah dengan tingkat risiko tinggi akan mendapatkan perhatian khusus.
Yakni, penempatan tenaga medis tambahan dan layanan kesehatan yang lebih intensif.
Dinkes Pamekasan juga menugaskan dokter spesialis obstetri dan ginekologi serta dokter spesialis anak untuk melakukan pendampingan ahli.
Itu tidak tidak hanya memberi layanan medis, tetapi juga mengedukasi tenaga kesehatan setempat dalam penanganan kasus-kasus kompleks.
Sementara langkah terakhir adalah supervisi fasilitatif untuk memastikan standar layanan tetap terjaga dan terus diperbaiki.
Saifudin optimistis, dengan kolaborasi semua pihak, angka kematian ibu dan bayi di Pamekasan dapat ditekan. ”Karena ini adalah tanggung jawab bersama,” tukasnya. (afg/jup)
Editor : Amin Basiri