PAMEKASAN, RadarMadura.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan menyatakan musim kemarau telat tiba.
Meski demikian, BPBD belum mendata daerah yang terdampak kekeringan. Dalihnya, masih menunggu surat keputusan (SK) tanggap dari bupati Pamekasan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pamekasan Achmad Zainullah mengatakan, kemarau tahun ini mundur dari jadwal. Hal itu disebabkan anomali cuaca.
”Biasanya, kemarau dimulai sejak Juli, sekarang justru mundur,” katanya.
Menurut dia, pendataan daerah yang terdampak kekeringan belum bisa dilakukan BPBD karena masih menunggu SK tanggap yang saat sedang diproses untuk diteken oleh Bupati Pamekasan. ”Masih di bupati SK-nya,” tambahnya.
Dijelaskan, berdasar data tahun lalu, terdapat 269 dusun yang ada di 76 desa terdampak kekeringan. Puluhan desa tersebut berpotensi kembali mengalami kekeringan pada tahun ini.
”Tapi, sampai saat ini belum ada yang mengajukan bantuan air bersih,” pungkasnya. (ay/yan)
Editor : Hendriyanto