Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bantuan Pemprov Hanya Sasar Tiga Poklahsar Kabupaten Pamekasan

Amin Basiri • Selasa, 5 Agustus 2025 | 16:16 WIB
PRODUKTIF: Anggota poklahsar sedang membuat sosis berbahan ikan cakalang di kantor Diskan Pamekasan, Selasa (29/7).
PRODUKTIF: Anggota poklahsar sedang membuat sosis berbahan ikan cakalang di kantor Diskan Pamekasan, Selasa (29/7).

PAMEKASAN, RadarMadura.id– Tahun ini kelompok pengolah dan pemasar ikan (poklahsar) Kabupaten Pamekasan mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Sayangnya, bantuan tersebut hanya menyasar tiga kelompok.

Penerima bantuan tersebut sudah menjalani bimbingan teknis (bimtek) dari pemprov. 

Kepala Dinas Perikanan Pamekasan Abdul Fata menyampaikan, bimtek dilakukan untuk membina poklahsar.

Tujuannya, menambah nilai jual hasil produksi perikanan tangkap.

Sehingga, diversifikasi olahan ikan itu bisa membantu pemberdayaan kelompok.

”Mereka juga mendapatkan suvenir berupa alat pengolahan,” katanya kemarin (4/8).

Diskan Pamekasan mengajukan ada 10 kelompok.

Tapi, kuota yang ditentukan Pemprov Jatim hanya tiga kelompok.

Perinciannya, Poklahsar Cinta Damai, Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan; Putra Mina Laut, Padelegan, Kecamatan Pademawu; dan Sekar Mayang, Kecamatan Pasean.

Jenis bantuan yang diterima kelompok bervariasi.

Di antaranya empat kompor gas, tiga unit freezer, lima blender, continuous band sealer, spinner, winner, dan bahan lainnya.

Baca Juga: DKPP Pamekasan Hitung BPP Tembakau, Bakal Libatkan Banyak Pihak

Bantuan tersebut diberikan kepada setiap kelompok yang beranggotakan 10 orang.

”Kelompok yang belum menerima bantuan karena anggaran pemprov terbatas,” terangnya.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak dialokasikan setiap tahun.

Namun bergantung pada ketersediaan kuota yang disediakan pemprov.

Sehingga, kelompok yang belum mendapatkan bantuan bisa diajukan di tahun berikutnya.

”Tahun ini kelompok juga mendapatkan pembinaan untuk pengurusan izin. Khususnya kalangan menengah ke atas, tapi hanya 25 orang,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Poklahsar Cinta Damai Muti’ah menilai, bantuan tersebut sangat membantu dalam mengembangkan usahanya.

Sejauh ini, dirinya merasa kesulitan dalam pemasaran produk. Selain itu, proses pengurusan izin BPOM.

”Semoga ke depan ini bisa mendapatkan pembinaan dari dinas, karena ketika kami berizin tentu tinggal pemasarannya,” pungkasnya. (ay/bil)

Editor : Amin Basiri
#bantuan #pamekasan #Poklahsar